Bupati Kolaka Timur Didakwa Suap Eks Dirjen Kemendagri Rp 1,5 Miliar

ADVERTISEMENT

Bupati Kolaka Timur Didakwa Suap Eks Dirjen Kemendagri Rp 1,5 Miliar

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 16 Sep 2022 19:45 WIB
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya terjaring OTT KPK bersama 5 orang lain (YouTube Diskominfo Koltim)
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya (YouTube Diskominfo Koltim)
Jakarta -

Bupati Kolaka Timur Andi Merya didakwa melakukan suap hingga Rp 3,4 miliar berkaitan dengan pengajuan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) Kabupaten Kolaka Timur 2021. Di antaranya Rp 1,5 miliar untuk eks Dirjen Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto.

"Terdakwa Andi Merya bersama-sama LM Rusdianto Emba memberikan uang yang seluruhnya berjumlah Rp3.405.000.000,00. Kepada Mochamad Ardian Noervianto selaku Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp1.500.000.000,00; kepada Sukarman Loke sebesar Rp 1.730.000.000,00; dan kepada Laode M Syukur Akbar sebesar Rp 175.000.000,00," ujar jaksa KPK saat membaca dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jumat (16/9/2022).

Jaksa mengatakan Andi Merya memberikan suap lewat perantara Laode dan Sukarman kepada M Ardian. Suap itu bertujuan agar Ardian melobi Mendagri Tito Karnavian untuk menyetujui usulan pinjaman dana PEN Kolaka Timur.

"Supaya Terdakwa (Mochamad Ardian Noervianto) selaku Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri memberikan pertimbangan kepada Menteri Dalam Negeri sebagai syarat disetujuinya usulan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur Tahun 2021, yang bertentangan dengan kewajiban, yaitu bertentangan dengan kewajiban Terdakwa selaku Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri," ucap Jaksa.

Kasus ini berawal ketika Andi Merya ingin Kolaka Timur mendapatkan dana tambahan pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Kolaka Timur kepada pengusaha di Kabupaten Muna Rusdianto Emba. Untuk mewujudkan keinginan Andi, Rusdianto menghubungi Sukarman agar membantu Andi.

Sukarman pun, yang dimintai tolong saat itu, langsung menghubungi Laode. Jaksa mengatakan Laode adalah rekan lama Ardian, mereka berdua adalah satu angkatan ketika melakukan pendidikan di STPDN.

Jaksa menuturkan Sukarman saat itu langsung mengabari Andi Merya, kemudian Andi Merya menunjuk anak buahnya bernama Mustakim Darwis untuk mengurusi keperluan Sukarman dan Laode agar Kolaka Timur mendapat dana tambahan untuk pembangunan infrastruktur di Muna itu.

"Bahwa pada tanggal 12 April 2021, Andi Merya mengeluarkan Surat Nomor 050/546/2021 perihal Pernyataan Minat Pinjaman Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur TA 2021 yang ditujukan kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan sebesar Rp 350.000.000.000,00 dan Surat Nomor 050/547/2021 perihal Permohonan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur yang ditujukan kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jendral Perimbangan Keuangan," tutur jaksa.

Lihat juga video 'Bupati Kolaka Timur Jalani Sidang Perdana Kasus Suap Infrastruktur':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT