Bupati Nonaktif Kolaka Timur Segera Disidang di Kasus Dana PEN

ADVERTISEMENT

Bupati Nonaktif Kolaka Timur Segera Disidang di Kasus Dana PEN

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 09 Sep 2022 14:56 WIB
Gedung baru KPK
KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK telah melimpahkan berkas perkara milik Bupati nonaktif Kolaka Timur Andy Merya hingga adik Bupati Muna La Ode Muhammad Rusdianto Emba ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Andy Merya dkk akan segera disidang di kasus suap pengajuan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut berkas tersebut telah dilimpahkan oleh jaksa KPK pada Kamis (8/9/2022) kemarin. Keduanya bakal disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

"Jaksa KPK Diky Wahyu Ariyanto, (8/9) telah selesai melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan Terdakwa Andi Merya dan kawan-kawan ke Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (9/9).

Kemudian, saat ini penahanan terhadap para tersangka di perkara ini bukan lagi menjadi wewenang KPK. Ali menjelaskan status penahanan atas mereka sudah menjadi tanggung jawab Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Saat ini kewenangan penahanan Terdakwa Andi Merya, LM Rusdianto Emba, dan Sukarman Loke adalah Pengadilan Tipikor," ujarnya.

Ali menyebut saat ini pihaknya bakal menunggu penetapan terkait penunjukan majelis hakim hingga penetapan sidang perdana.

"Tim jaksa berikutnya menunggu penetapan penunjukan majelis hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pertama pembacaan surat dakwaan," tutup Ali.

Sebelumnya, KPK juga telah melengkapi berkas perkara La Ode Muhammad Rusdianto Emba (LMRE) yang merupakan adik Bupati Muna, La Ode Muhammad Rusman Emba. Rusdianto Emba merupakan tersangka di perkara suap pengajuan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Selain berkas perkara Rusdianto Emba, KPK telah melengkapi berkas perkara milik tersangka Sukarman Loke (SL). Berkas keduanya telah diserahkan penyidik KPK kepada jaksa pada Kamis (25/8).

"Hari Kamis (25/8) telah selesai dilaksanakan Tahap II (penyerahan Tersangka dan barang bukti) untuk Tersangka SL (Sukarman Loke) dan Tersangka LMSA (Laode M. Syukur Akbar) dari Tim Penyidik pada Tim Jaksa karena seluruh kelengkapan formil maupun materiil berkas perkara penyidikan dinyatakan lengkap," kata juru bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (26/8).

Adapun terkait penahanan keduanya, terang Ali, bakal menjadi wewenang tim jaksa. Ali menyebut Sukarman Loke bakal ditahan di Rutan KPK pada kaveling C1 dan Rusdianto Emba bakal ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.

"Penahanan saat ini menjadi wewenang Tim Jaksa dan dilakukan penahanan untuk masing-masing selama 20 hari ke depan, terhitung 25 Agustus 2022 s/d 13 September 2022," jelas Ali.

Selanjutnya, jaksa memiliki waktu 14 hari kerja untuk melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Keduanya bakal segera disidang.

"Dalam waktu 14 hari kerja, berkas perkara dan surat dakwaan segera di limpahkan ke Pengadilan Tipikor," tutup Ali.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni Bupati Kolaka Timur nonaktif Andi Merya Nur (AMN), eks Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian Noervianto (MAN), dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna La Ode M Syukur Akbar (LMSA).

KPK menyebut Rusdianto Emba diminta bantuan oleh Andy Merya terkait pengajuan dana PEN Kabupaten Kolaka Timur pada 2021. KPK menduga adanya kesepakatan antara Rusdianto Emba dan Andi Merya jika pengajuan tersebut cair.

Andi Merya menjanjikan bakal memberikan sejumlah pengerjaan proyek kepada Rusdianto Emba jika pengajuan tersebut berhasil. Total proyek yang dimaksud bernilai puluhan miliar.

Rusdianto Emba diduga bekerja sama dengan Sukarman Loke yang saat itu menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muna. Keduanya menyarankan agar Andi Merya menyerahkan uang kepada M Ardian Noervianto selaku eks Dirjen Bina Keuda Kemendagri.

Rusdianto Emba dan Sukarman Loke diduga memfasilitasi pertemuan Andi Merya dan M Ardian di Jakarta. Dalam pertemuan itu, M Ardian meminta uang Rp 2 miliar agar pengajuan dana PEN Kolaka Timur dapat disetujui.

Lihat juga video 'Eks Dirjen Kemendagri Jadi Tersangka Suap Kasus Dana PEN':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT