Viral Video Wakapolres Memaki Pendemo, Polres Jakpus Beri Penjelasan

ADVERTISEMENT

Viral Video Wakapolres Memaki Pendemo, Polres Jakpus Beri Penjelasan

Anggi Muliawati - detikNews
Jumat, 16 Sep 2022 18:29 WIB
Barikade polisi menggunakan  tameng. dikhy sasrailustrasidetikfoto
Ilustrasi Pengamanan Polisi (Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta -

Video Wakapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Setyo Koes Heryanto dinarasikan memaki pendemo di Patung Kuda viral di media sosial. Begini duduk perkaranya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin menjelaskan, Kombes Setyo saat itu merupakan negosiator yang bertugas melakukan negosiasi dengan peserta aksi. Kombes Setyo saat itu tengah mengupayakan untuk mempertemukan perwakilan massa dengan pihak Kantor Staf Presiden (KSP).

"Itu hanya jawaban ya, saya sudah liat juga videonya. Itu jawaban, memberi tahu kepada adik-adik kita bahwa permintaan adik-adik kan supaya didatangkan dari Kantor Staf Presiden (KSP). Kami berupaya, keberadaan polisi tim negotiator tentunya berupaya menyambungkan apa yang diharapkan massa aksi," kata Komarudin di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakpus, Jumat (16/9/2022).

Kemudian, Komarudin menyinggung terkait pemberitahuan aksi. Dia menyebut masih ada elemen-elemen yang akan menggelar aksi, namun tanpa pemberitahuan kepada kepolisian.

"Ini kaitannya dengan sedikit saya jelaskan, ada kaitannya dengan pemberitahuan. Contoh saya jelaskan massanya mau ke mana, tujuannya mau ke mana, harapannya apa, sehingga satu hari sebelumnya kami bisa komunikasikan. Kalau tiba-tiba datang tanpa surat, kita nggak tahu maunya apa," katanya.

"Inilah yang dibutuhkan, pengertian dan pemahaman. Jangan memaksakan kehendak, tentunya harus memahami juga aktivitas orang lain. Sepanjang komunikasi itu terjalin, insyaallah aspirasi model apa pun sebanyak apa pun massanya bisa berjalan lancar. Ini butuh pemahaman saja," sambungnya.

Sementara Komarudin tidak menjelaskan alasan Kombes Setyo mengeluarkan kata-kata kasar ketika berhadapan dengan peserta demo. Namun, menurutnya, hal itu merupakan dinamika di lapangan.

"Kalau itu dinamika di lapangan lah. Seperti mungkin teman-teman lihat sendiri kemarin ada dorong-dorongan, itu hal yang biasa. Sepanjang kita mampu menjaga sehingga tidak berlanjut ke hal hal yang lebih parah yang tidak kita harapkan," tuturnya.

Simak juga video 'Alasan Massa Tak Boleh Demo di Sekitar Istana Presiden':

[Gambas:Video 20detik]



Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT