Jaksa: Kerugian Negara Kasus Korupsi Terkait Kredit Bank Banten Rp 186 M

ADVERTISEMENT

Jaksa: Kerugian Negara Kasus Korupsi Terkait Kredit Bank Banten Rp 186 M

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 02 Sep 2022 17:27 WIB
ilustrasi
Ilustrasi Korupsi (Foto: dok. detikcom)
Serang -

Kejaksaan Tinggi Banten menyebut pihaknya telah menerima hasil audit investigatif kerugian negara akibat kredit modal kerja (KMK) dan kredit investigasi (KI) PT Harum Nusantara Makmur (HNM) ke Bank Banten pada 2017. Dugaan kerugian negara itu sebesar Rp 186 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan pihaknya telah menerima hasil perhitungan akhir kerugian negara kredit modal kerja dan kredit investasi Bank Banten ke PT HNM pada, Jumat (2/9/2022). Kerugian negara sekitar Rp 186.555.171.975.

"Berdasarkan hasil laporan auditor independen tentang pelaksanaan audit investigatif penghitungan kerugian keuangan negara disimpulkan telah terjadi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya sebesar Rp 186.555.171.975," kata Leonard dalam keterangan tertulis.

Nilai kerugian negara itu dihitung berdasarkan denda tunggakan pokok dan bunga kredit modal kerja ditambah kerugian karena jumlah sisa tagihan pokok, denda tunggakan pokok, dan bunga kredit investasi.

"Dengan telah diterimanya Laporan Auditor Independen tentang Pelaksanaan Audit Investigatif Penghitungan Kerugian Keuangan Negara, maka segera dapat dirampungkan berkas perkara untuk dilakukan penelitian secara formil dan materiil oleh tim jaksa penuntut umum," ujarnya.

Tim penyidik, katanya, terus menelusuri aset para tersangka dalam kasus ini, yaitu Direktur PT HNM Rasyid Samsudin dan Eks Divisi Kredit Komersial Bank Banten Satyavadin Djojosubroto. Pencarian aset ini untuk mengumpulkan penggantian pengembalian kerugian negara. Dia juga berharap dukungan publik untuk menuntaskan kasus ini.

"Dan tim penyidik juga sedang melakukan pengumpulan alat bukti dalam upaya penerapan Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU," ujarnya.

Sebelumnya, tim Kejati Banten telah menyita rumah mewah di Tangerang Selatan (Tangsel) yang disebut milik direktur PT HNM. Tanah yang disita itu seluas 1.427 meter persegi di Pondok Aren, Tangsel. Sedangkan rumah mewah milik tersangka disita di Perumahan Prima Bintaro sebanyak dua rumah.

Rumah itu milik tersangka Rasyid yang menggunakan nama istrinya berinisial IPS. Bangunan ada di Kaveling 2 dan Kaveling 6 Perumahan Prima Bintaro.

"Barang bukti di atas akan dijadikan barang bukti dalam perkara untuk penyelamatan kerugian negara," kata Kasi Penkum Kejati Banten Ivan H Siahaan, Kamis (1/9) kemarin.

Lihat juga video 'Tersangka Korupsi Rp 104 T Surya Darmadi Segera Disidang':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT