Dulu Yosua Disebut Alami 7 Luka Tembak, Kini Tim Forensik Hanya Temukan 5

ADVERTISEMENT

Dulu Yosua Disebut Alami 7 Luka Tembak, Kini Tim Forensik Hanya Temukan 5

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Agu 2022 11:45 WIB
Perkembangan Kasus Brigadir J: Sambo Minta Maaf-Bharada E Ganti Pengacara
Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Hasil autopsi ulang Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) telah diserahkan ke Polri. Terungkap, Brigadir J mengalami 5 luka tembakan.

Hasil autopsi ulang soal jumlah luka tembakan ini berbeda dengan laporan awal yang disampaikan. Pada awal kasus ini mencuat, Brigadir J disebut mengalami 7 luka dari 5 tembakan yang dilepaskan Bharada Richard Eliezer (RE atau E).

Hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J ini diserahkan Tim Dokter Forensik pada Senin (22/8/2022) kemarin. Dokter menyatakan tak ada luka kekerasan kecuali luka tembakan di tubuh Brigadir J.

"Saya bisa yakinkan sesuai dengan hasil pemeriksaan kami baik saat melakukan autopsi, pemeriksaan penunjang dengan pencahayaan, dan mikroskopik bahwa tidak ada luka-luka di tubuhnya selain luka akibat kekerasan senjata api," kata Ketua Tim Dokter Forensik dr Ade Firmansyah di Mabes Polri, Jakarta.

Dia menjelaskan, ada lima luka tembak masuk dan empat luka tembak keluar di tubuh Yosua berdasarkan hasil autopsi ulang.

"Dari luka-luka yang ada. Ada lima luka tembak masuk, empat luka tembak keluar," katanya.

Autopsi ulang jenazah Brigadir J dilakukan pada 27 Juli 2022 di Jambi. Langkah itu dilakukan karena pihak keluarga menilai ada banyak kejanggalan terkait kematian korban.

Dari 5 luka tembakan yang dialami Brigadir J, dokter forensik mengungkap ada dua luka yang bersifat fatal hingga menyebabkan tewasnya korban.

"Ada dua luka yang fatal tentunya, ada dua luka fatal, yaitu luka di daerah dada dan kepala," ujarnya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Terungkap! Skuad yang Ancam Bunuh Brigadir Yoshua Ternyata Si Kuat

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT