ADVERTISEMENT

KAI Koordinasi ke Polisi Usut Pelaku Pelemparan Batu ke KA di Jaktim

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 14:12 WIB
Stasiun Sukabumi.
Ilustrasi (Foto: Humas PT KAI Daop 1 Jakarta)
Jakarta -

PT KAI angkat bicara perihal aksi pelemparan batu oleh tiga orang remaja ke kereta api yang tengah melintas di Matraman, Jakarta Timur. PT KAI mengecam tindakan yang dianggap membahayakan para penumpang kereta.

"Daop 1 Jakarta mengecam aksi pelemparan batu yang terjadi pada video tersebut karena tindakan itu dapat membahayakan perjalanan dan menimbulkan korban," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).

Eva mengatakan pihaknya saat ini berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melacak sosok pelaku pelemparan batu. Petugas internal PT KAI pun turut melakukan penyisiran di lokasi.

"Saat ini Daop 1 Jakarta tengah berkoordinasi dengan pihak berwajib serta berupaya mencari pelaku. Tim pengamanan Daop 1 juga terus melakukan penyisiran serta pengamanan di area yang rawan pelemparan termasuk pada video," terang Eva.

Menurut Eva, tindakan para pelaku yang viral itu bisa dikenakan sanksi pidana. Eva menyebut secara aturan yang berlaku pelaku pelemparan batu ke arah kereta yang tengah melintas bisa dipenjara selama 15 tahun.

"Dalam Bab VII mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang Pasal 194 ayat 1 tertulis bahwa barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun," katanya.

"Masih di pasal yang sama pada ayat 2, dinyatakan bahwa jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun," tambah Eva.

Lebih lanjut Eva mengatakan pelemparan terhadap kereta api juga diatur dalam UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam Pasal 180 disebutkan setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian.

Baca di halaman selanjutnya: hasil penelusuran polisi.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT