ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Keluarga Mursideh Berencana Jadikan Rumahnya sebagai Pemakaman Keluarga

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 15:25 WIB
Rumah Mursideh sudah ditinggalkan penghuninya, yakni keluarga Asep dan Mursideh, sejak pagi tadi, 14 Agustus 2022. (Khairul Maarif/detikcom)
Rumah Mursideh sudah ditinggalkan penghuninya, yakni keluarga Asep dan Mursideh, sejak pagi tadi, 14 Agustus 2022. (Khairul Ma'arif/detikcom)
Jakarta -

Sejak dua hari lalu, Mursideh (58) telah pindah dari rumahnya yang terhalang tembok tetangganya, Widya (46). Ide membuka tembok biru keluarga Mursideh supaya celah masuk ke rumah lebih lebar disambut baik keluarga Mursideh. Namun akses itu baru akan diperlebar apabila rumah itu menjadi makam.

"Itu (tembok biru) nanti akan dibuka kalau sudah menjadi rumah pemakaman keluarga," kata putri Mursideh dan Asep (62) bernama Anisa (40) saat dihubungi detikcom, Rabu (16/8/2022).

Rumah yang terhalang tembok itu ada di kawasan Jl Gading Raya, Gang VIII, RT 11 RW 10, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Rumah itu menyimpan banyak kenangan. Anisa dan saudaranya, Firmansyah (34), dibesarkan di rumah itu juga.

"Buyut saya sudah tinggal di situ, orang asli sini," kata Anisa.

Bila dibuka, tembok biru ini bisa memperlebar akses menuju rumah Mursideh. (Khairul Maarif/detikcom)Bila dibuka, tembok biru ini bisa memperlebar akses menuju rumah Mursideh. (Khairul Maarif/detikcom)

Tembok Widya berdiri menghalangi akses rumah Mursideh sejak 29 Juli lalu. Lahan tempat tembok berdiri ini memang merupakan milik Widya. Berdasarkan keterangan Widya, tembok ini didirikan lantaran Widya merasa sakit hati atas perilaku keluarga Mursideh. Kemudian pada Minggu (14/8) lalu, Asep dan Mursideh pindah dari rumah itu.

"Ibu saya memutuskan pindah karena demi kebaikan bersama, demi kenyamanan ibu dan bapak saya juga," kata Anisa.

Soal tembok biru, tembok itu menempel di rumah Mursideh dan kerabatnya, berada tepat di belakang tembok Widya, menyisakan celah yang sempit sehingga tidak muat dilewati Mursideh dan keluarga. Apabila tembok biru ini dibuka, maka celah akan menjadi lebih lebar. Sebelumnya, detikcom bertanya kepada Widya soal hal ini. Widya belum akan membongkar temboknya dan menyebut ada alternatif solusi berupa pembukaan tembok biru itu.

"Terkait akses rumah penghuni baru, ada alternatif lain yang telah direkomendasikan dari pihak Kelurahan (Pisangan Timur) untuk mengikis tembok biru," kata Widya.

Tembok halangi rumah warga bernama Mursideh di Pulogadung, Jakarta Timur, 3 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)Tembok menghalangi rumah warga bernama Mursideh di Pulogadung, Jakarta Timur, 3 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Menurut Widya, solusi pembukaan tembok biru lebih sesuai dengan tata bangunan di lokasi. Lagi pula, tembok biru itu juga ada di antara dua keluarga yang masih berkerabat dekat.

"Mereka pun bersaudara," kata Widya.

(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT