ADVERTISEMENT

DKI Pastikan Sirkuit Formula E-Pulau Reklamasi Masuk Pergub Tata Ruang

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 15 Agu 2022 17:37 WIB
Rapat Bapemperda
Rapat Bapemperda (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menerbitkan Pergub Nomor 31 Tahun 2022 tentang rencana detail dan tata ruang dan wilayah perencanaan (RDTR-WP). Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertahanan DKI Jakarta Heru Hermawanto memastikan zona sirkuit Formula E tercantum di dalam aturan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Heru saat rapat kerja bersama Bapemperda DPRD DKI Jakarta pada Senin (15/8/2022). Adapun Sirkuit Formula E atau Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) masuk zona K1 atau Sub-Zona Perkantoran.

"Kemudian sirkuit yang ada di Ancol. Sirkuit di Ancol ini sudah dimunculkan. Jadi ini peruntukannya adalah K1. Jadi sudah diakomodir. Jadi tidak ada keraguan lagi," kata Heru, Senin (15/8/2022).

Selain itu, Pergub tata ruang terbaru memuat zonasi pulau reklamasi, yaitu Pulau C, Pulau D, dan Pulau G. Sebagai informasi, ketiga pulau tersebut saat ini lebih dikenal sebagai Pantai Kita, Pantai Maju, dan Pantai Bersama.

"Karena itu (Pulau C, D dan G) terbangunkan sudah. Uang disebut existing itu tanahnya sudah muncul," jelasnya.

Heru menjelaskan ketiga pulau reklamasi masuk zona campuran. Adapun yang ditetapkan sebagai zona RDTR ialah wilayah pulau reklamasi yang telah menjadi daratan.

"Yang nggak boleh itu kalau memang masih berupa air," jelasnya.

Dia juga memastikan tak ada lagi kawasan reklamasi yang masuk ke dalam Pergub tata ruang.

Seperti diketahui, soal status lahan Sirkuit Formula E maupun Pulau Reklamasi sempat dipertanyakan oleh anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Mayjen (Purn) TNI Ferrial Sofyan. Pernyataan itu muncul ketika Bapemperda menggelar rapat bersama Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta pada Rabu (10/8/2022).

Rapat tersebut membahas kelanjutan pencabutan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang (RDTR-RZ). Awalnya dia menyoroti langkah Pemprov DKI yang telah membuat Pergub Nomor 31 Tahun 2022 tentang RDTR, padahal Perda Nomor 1 Tahun 2014 belum resmi dicabut.

"Yang jadi masalah bagi kita kok Perkada ini sudah keluar tanggal 27 Juni? Padahal pembahasan di tingkat atas di kementerian sudah selesai 27 Mei. Dalam satu bulan harusnya kita beresin, apa susahnya. Berani bapak laksanakan itu Perkada padahal masih ada RDTR belum dicabut Perda 2014. Nggak bisa pak, akan jadi masalah itu," kata Ferrial, Rabu (10/8/2022).

Politikus Partai Demokrat itu menilai seharusnya Pemprov DKI menunggu Perda RDTR-PZ dicabut terlebih dahulu, barulah bisa menyusun Pergub. Sebab, isi yang tercantum dalam Pergub mesti sesuai dengan pembahasan antara legislatif dan eksekutif.

Seperti terkait pulau reklamasi. Dia mewanti-wanti jangan sampai Pemprov DKI menetapkan pulau kosong sebagai zona reklamasi di dalam Pergub RDTR.

"Kalau misalnya konsep ini harus sudah turun kan kita perlu cek. Misalnya seperti pulau reklamasi itu gimana. Jangan-jangan pulau kosong langsung udah dibuatkan zona dalam perkada RDTR, salah kita," ucapnya.

Ferrial juga menyinggung soal status lahan sirkuit Formula E atau Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC). Semestinya di dalam Pergub RDTR, lahan tersebut tak lagi berstatus sebagai tanah kosong karena sudah didirikan sirkuit.

"Apakah tempat Formula E aman karena sudah jadi itu barang. Jangan-jangan itu masih tanah kosong di Ancol. Kita perlu lihat supaya semuanya oke," tegasnya.

"Sampaikanlah kepada kita, ini loh konsep yang sudah (oke) oleh kementerian, gimana jalan keluarnya. Kita lihat menyimpang nggak. Kasih lihatlah pada kita. Jangan mau-maunya saja," sambungnya.

Simak juga 'Proyek Reklamasi Disetop, Anies: Tepat Kurangi Dampak Land Subsidence':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT