ADVERTISEMENT

Dipecat dari Pengacara Bharada E, Deolipa Bikin Album Lagu Gangster Sambo

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Agu 2022 14:19 WIB
Eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara (Silvia/detikcom)
Eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara (Silvia/detikcom)
Jakarta -

Mantan pengacara Bharada Richard Eliezer (Bharada E), Deolipa Yumara, angkat bicara terkait pencabutan surat kuasanya sebagai pengacara Bharada E. Dia menyebut pencabutan surat kuasa itu cacat formal.

"Ketika ada berita pemecatan dari Bareskrim atau Bharada E, saya rasa itu cacat formal pemecatannya," kata Deolipa kepada wartawan, Sabtu (13/8/2022).

Deolipa tidak memerinci soal cacat formal terkait pencabutan surat kuasanya tersebut. Dia mengaku menyikapi santai tindakan yang menimpanya itu.

"Biasa saja kan orang kita nggak punya apa-apa. Tanggapannya biasa aja, hidup ini biasa," ujar Deolipa.

Sambil berseloroh Deolipa mengaku bakal kembali menjadi penyanyi setelah surat kuasanya sebagai pengacara Bharada E dicabut. Deolipa pun mengaku telah menyiapkan album anyar yang dinamakannya 'Gangster Sambo'.

"Kan ini ada lagu-lagunya. Mau aku nyanyikan. Sekarang aku dipecat, nggak jadi pengacara, tapi jadi penyanyi. Albumnya ada, band-nya Deolipa Project," terang Deolipa.

Deolipa lalu menyebutkan nama album teranyarnya tersebut. Ada nama Sambo dalam penamaan album musik Deolipa.

"Judul albumnya Gangster Sambo," tutur Deolipa.

Minta Fee Rp 15 Triliun

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyebut kuasa Deolipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin sebagai pengacara Bharada Eliezer atau Bharada E telah dicabut. Deolipa mengaku belum diberi tahu dan meminta fee Rp 15 triliun.

"Ini kan penunjukan dari negara, dari Bareskrim. Tentunya saya minta fee saya dong. Saya akan minta jasa saya sebagai pengacara yang ditunjuk negara. Saya minta Rp 15 triliun, supaya saya bisa foya-foya," kata Deolipa kepada wartawan, Jumat (12/8).

Deolipa mengatakan meminta Rp 15 triliun karena merasa ditunjuk oleh negara. Jika tidak dipenuhi, katanya, dirinya akan mengajukan gugatan.

"Ya kan kita ditunjuk negara, negara kan kaya. Masa kita minta Rp 15 triliun nggak ada. Ya kalau nggak ada, kita gugat, catat aja," katanya.

"Kapolri kita gugat, semua kita gugat. Presiden, menteri, Kapolri, Wakapolri, semuanya kita gugat supaya kita dapat ini kan sebagai pengacara, secara perdata, Rp 15 triliun," tambahnya.

Deolipa mengatakan akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan dilakukan bisa secara perdata, katanya.

"Perdata bisa ke PTUN, bisa secara perdata," katanya.

Sebagai informasi, Bharada Eliezer merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua. Selain Eliezer, Polri juga telah menetapkan tiga tersangka lain, yakni Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Lihat Video: Jejak Dugaan Pelecehan ke Istri Sambo yang Akhirnya Disetop

[Gambas:Video 20detik]




(ygs/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT