ADVERTISEMENT

5 Fakta Seputar Pergantian Pengacara Bharada Eliezer

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Sabtu, 13 Agu 2022 10:58 WIB
Pengacara Bharada E kembali diganti. Diketahui, Bharada E berstatus sebagai salah satu tersangka kasus penembakan Brigadir J.
Pengacara Baru Bharada E, Ronny Talapessy. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Bharada Eliezer atau Bharada E kembali mengganti pengacaranya. Ini merupakan pergantian kedua pengacara Bharada E, yang kini berstatus sebagai salah satu tersangka kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Sebenarnya, apa alasan Bharada Eliezer kembali mengganti pengacaranya? Simak fakta-fakta soal pergantian pengacara Bharada Eliezer selengkapnya berikut ini.

Sosok Pengacara Bharada E yang Pertama

Pengacara pertama Bharada E adalah Andreas Nahot Silitonga. Namun Andreas mengundurkan diri sebagai penasihat hukum Bharada E.

"Kami sebagai dahulu tim penasihat hukum Richard yang dikenal dengan Bharada E pada hari ini datang ke Bareskrim untuk menyampaikan pengunduran diri kami sebagai penasihat hukum Bharada E," kata Andreas di gedung Bareskrim Polri, dikutip detikcom, Sabtu (13/8/2022).

Andreas mengatakan sudah menyampaikan alasan pengunduran dirinya kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. Hanya, dia tak mengungkap alasannya kepada publik.

Andreas Nahot diketahui adalah pengacara yang ditunjuk keluarga Irjen Ferdy Sambo untuk mendampingi Bharada E.

Pengacara Bharada E kembali diganti. Diketahui, Bharada E berstatus sebagai salah satu tersangka kasus penembakan Brigadir J.Pengacara kedua Bharada E, Muhamad Boerhanuddin dan Deolipa Yumara. (Foto: dok. detikcom)

Pengacara Kedua Bharada E Dicabut Kuasanya

Setelah pengunduran diri Andreas Nahot Silitonga, pengacara kedua Bharada E adalah Deolipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin. Namun Bharada E mencabut kuasa Deolipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin sebagai pengacaranya.

"Iya, betul," ucap Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi soal benar atau tidaknya surat pencabutan kuasa oleh Bharada E itu, Jumat (12/8/2022).

Andi mengatakan pencabutan merupakan wewenang Bharada E. Dia tidak menyebutkan alasan secara rinci terkait pencabutan kuasa ini.

"Ya namanya juga ditunjuk. Kalau penunjukannya ditarik, kan terserah yang nunjuk," katanya.

Andi menyebut Deolipa dan Boerhanuddin memang ditunjuk oleh salah satu penyidik untuk membela Bharada E.

"Penyidik yang menunjuk untuk Bharada E," lanjutnya.

Bharada E Cabut Kuasa Pengacara Kedua Lewat Surat

Lewat pernyataan dalam sebuah surat, Bharada E mencabut kuasa pengacara keduanya, Deolipa dan Boerhanuddin. Hal itu disampaikan Bharada E per tanggal 10 Agustus 2022.

"Dengan ini saya selaku pemberi kuasa menyatakan mencabut kuasa tersebut terhitung sejak tanggal surat ini ditandatangani," tulis Bharada E dalam surat tersebut.

Kemudian, Bharada E juga menuliskan bahwa Deolipa dan Boerhanuddin sudah tidak memiliki hak melakukan pembelaan atas dirinya. Dia mengatakan jika surat kuasa kepada Deolipa dan Boerhanuddin per 6 Agustus 2022 sudah tidak berlaku lagi.

"Surat pencabutan ini, saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Demikian surat pencabutan kuasa ini untuk digunakan sebagaimana mestinya," tambahnya.

Deolipa Ancam Gugat Jokowi-Kapolri Rp 15 T Usai Dicabut

Mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, mengancam akan menggugat Kapolri hingga Presiden Jokowi terkait pencabutan statusnya sebagai kuasa hukum Bharada E. Deolipa juga meminta imbalan jasa Rp 15 triliun atas kebijakan yang dinilai sepihak tersebut.

"Ya kan kita ditunjuk negara, negara kan kaya, masa kita minta Rp 15 triliun nggak ada. Ya kalau nggak ada kita gugat, catat aja," kata Deolipa, Jumat (12/8/2022).

Dia juga mengancam akan melayangkan gugatan secara perdata ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Perdata bisa ke PTUN, bisa secara perdata," kata Deolipa.

Siapa Pengacara Baru Bharada E?

Setelah mencabut kuasa Deolipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin, Bharada E menunjuk pengacara baru, yaitu Ronny Talapessy. Ronny Talapessy memperoleh kuasa dari Bharada E per 10 Agustus 2022.

"Saya ditunjuk langsung oleh Bharada E dan keluarganya," ujar Ronny Talapessy kepada detikcom, Jumat (12/8/2022).

Kepada detikcom, Ronny Talapessy juga menunjukkan surat kuasa yang ditandatangani oleh Bharada E. Namun dia meminta agar dokumen tersebut tidak dipublikasikan.

Sebagai kuasa hukum Bharada E, Ronny menjelaskan pihaknya fokus mendampingi kliennya dan memastikan agar hak-hak kliennya sebagai tersangka terpenuhi. Sebagai tim pembela, Ronny akan memberikan pembelaan terhadap Bharada E agar mendapat keadilan yang seadil-adilnya.

"Kami akan kawal kasus Bharada E agar Bharada E mendapat keadilan yang seadil-adilnya. Bharada E adalah prajurit Polri yang berdedikasi, masih muda, dan lulusan terbaik Tamtama Brimob di angkatannya," kata Ronny.

Saat ini, Ronny sedang menyiapkan pembelaan untuk Bharada E, termasuk menghadirkan saksi yang meringankan.

"Rencananya kami ke depan akan mengajukan saksi yang meringankan, kemudian mengajukan saksi ahli bagi Bharada E," ujar Ronny Talapessy saat dihubungi detikcom, Jumat (12/8/2022).

Sanksi yang meringankan itu di antaranya beberapa teman dekat Bharada E.

"Saksi untuk mendukung profil Bharada E ini dan saksi ahli juga. Ahli pidana dan ahli psikologi," katanya.

Ronny sebagai pengacara baru Bharada E juga mengungkapkan pihaknya berharap Bharada E akan mendapat keringanan hukuman. Sebab, Bharada E masih muda dan merupakan tulang punggung keluarga.

"Pertimbangannya masih muda, dia harapan keluarga. Masih jadi tumpuan keluarga dan juga bukan pelaku utama," kata Ronny lagi.

(kny/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT