5 Fakta soal Eksekutor Pria Berkaus 'Captain America' di Bogor

ADVERTISEMENT

5 Fakta soal Eksekutor Pria Berkaus 'Captain America' di Bogor

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 08:17 WIB
Polisi merilis kasus pembunuhan pria asal Kalimantan Barat di Kabupaten Bogor. (
Polisi merilis kasus pembunuhan pria asal Kalimantan Barat di Kabupaten Bogor. (Foto: M Solihin/detikcom)

2. Motif Pembunuhan Dilatari Utang Piutang

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan pembunuhan ini dilatarbelakangi masalah utang piutang. Awalnya, korban datang ke Jakarta untuk menagih sebesar Rp 300 juta kepada tersangka AK.

"Motif yang disampaikan para pelaku, hasil penyelidikan berawal dari korban menagih utang kepada salah satu tersangka. Kemudian tersangka mengiming-imingi supaya korban datang ke Jakarta dengan iming-iming membuat uang palsu," ungkap AKBP Iman.

"Utangnya sebesar 300 juta. Tersangka AK yang punya utang Rp 300 juta kepada korban," tambah Iman.

Korban yang tergiur iming-iming tersangka kemudian terbang ke Jakarta untuk menagih utang kepada tersangka AK. Namun setiba di Jakarta, tersangka AK malah mengajak korban mencetak uang palsu di kawasan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan menjelaskan korban bernama Ahmad Nurcholys sebenarnya sedang menghadapi masalah keuangan. Nurcholys, yang menjabat bendahara KONI, telah menggunakan uang milik KONI sebesar Rp 600 juta untuk kepentingan pribadi dan akan ada audit keuangan dalam waktu dekat.

"Korban sendiri kan diketahui itu sebagai bendahara KONI di salah satu kabupaten di Kalbar, yang bersangkutan itu sempat menggunakan dana sebesar 600 juta, dana KONI untuk kepentingan pribadi, dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan audit, akhirnya korban berangkat ke Bogor untuk menagih utang kepada pelaku," beber Siswo.

"Karena seingat korban, pelaku AK yang jadi otak pembunuhan ini memiliki utang 300 juta kepada korban. Jadi sejak 12 Juli korban sudah berada di Bogor untuk menagih utang," sambungnya.

3. Eksekutor Dibayar Rp 2 Juta

Selain AK, polisi menangkap tiga pelaku lainnya yang berperan sebagai eksekutor dan turut membatu tersagka AK. Ketiganya adalah AA (33), karyawan swasta asal Jakarta Timur; D (37), swasta, asal Jakarta Timur; dan RH (25), karyawan swasta asal Cipayung, Jakarta Timur. Ketiga tersangka tersebut disewa oleh tersangka AK dengan bayaran Rp 2 juta.

"Tiga orang terakhir ini (AA, D, RH) adalah pelaku yang memang dibayar oleh pelaku utama AK, dengan bayaran sebesar Rp 2 juta setiap orangnya untuk membantu menghilangkan nyawa korban," ujar AKP Siswo.

Para tersangka sempat melarikan diri ke Tegal, Jawa Tengah usai membunuh korban. Para pelaku juga mengambil uang korban dan membakar handphone korban untuk menghilangkan jejak.

"Dalam perjalanan ke Tegal, di daerah Garut Jawa Barat, pelaku (AK) memberikan uang jasa atau upah membunuh sebesar Rp 2 juta per orang. Untuk menghilangkan jejak, pakaian dan handphone korban dibakar di daerah Tegal," kata Siswo.

Baca di halaman selanjutnya: korban dibunuh saat....

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT