ADVERTISEMENT

Motif Utang Rp 300 Juta di Balik Pembunuhan Bendahara KONI di Kalbar

M Solihin - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 16:56 WIB
Polisi merilis kasus pembunuhan pria asal Kalimantan Barat di Kabupaten Bogor. (
Polisi merilis kasus pembunuhan pria asal Kalimantan Barat di Kabupaten Bogor. (M Solihin/detikcom)
Bogor -

Polisi menangkap 4 pelaku pembunuhan terhadap Ahmad Nurcholys (36), atlet tinju sekaligus Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), di Kabupaten Koyang Utara (KKU), Kalimantan Barat. Polisi menyebut pembunuhan itu dilatarbelakangi utang-piutang.

"Motif yang disampaikan para pelaku, hasil penyelidikan berawal dari korban menagih utang kepada salah satu tersangka. Kemudian tersangka mengiming-imingi supaya korban datang ke Jakarta dengan iming-iming membuat uang palsu," ungkap Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Kamis (11/8/2022).

"Utangnya sebesar 300 juta. Tersangka AK yang punya utang Rp 300 juta kepada korban," tambah Iman.

Korban yang tergiur iming-iming tersangka kemudian terbang ke Jakarta untuk menagih utang kepada tersangka AK. Namun setiba di Jakarta, tersangka AK malah mengajak korban mencetak uang palsu di kawasan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Korban Diduga Selewengkan Dana KONI

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan menjelaskan korban bernama Ahmad Nurcholys sebenarnya sedang menghadapi masalah keuangan. Nurcholys, yang menjabat bendahara KONI, telah menggunakan uang milik KONI sebesar Rp 600 juta untuk kepentingan pribadi dan akan ada audit keuangan dalam waktu dekat.

"Korban sendiri kan diketahui itu sebagai bendahara KONI di salah satu kabupaten di Kalbar, yang bersangkutan itu sempat menggunakan dana sebesar 600 juta, dana KONI untuk kepentingan pribadi, dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan audit, akhirnya korban berangkat ke Bogor untuk menagih utang kepada pelaku," beber Siswo.

"Karena seingat korban, pelaku AK yang jadi otak pembunuhan ini memiliki utang 300 juta kepada korban. Jadi sejak 12 Juli korban sudah berada di Bogor untuk menagih utang," sambungnya.

Bukannya mendapat uang, Ahmad Nurcholys malah ditawari membuat uang palsu di Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Karena butuh uang dengan cepat, Ahmad Nurcholys menerima tawaran itu. Ia bahkan bersedia ditutup matanya karena dianggap orang baru dan tidak boleh hafal trek menuju percetakan uang palsu. Ia juga bersedia diikat tangannya.

Namun ternyata, membuat uang palsu hanya jadi siasat pelaku untuk melancarkan aksinya. Setiba di Sukamakmur, keempat pelaku menghabisi nyawa atlet petinju itu di dalam mobil.

"Salah satu pelaku inisial AK yang duduk di kursi baris belakang, memiting leher korban, tersangka D membekap mulut korban dengan jaket sampai korban mati lemas. Untuk pastikan korban sudah meninggal, kemudian tersangka AK memerintahkan kepada tersangka RH untuk menjerat leher korban menggunakan tali ripet atau tali ties," ungkap Siswo.

"Selanjutnya korban dibuang tersangka AK, RH dan D di jembatan Desa Sukamakmur," tambahnya.

Baca di halaman selanjutnya: otak pembunuhan adalah tersangka AK yang merupakan oknum TNI

Simak juga 'Heboh Kades di Bogor Sawer Biduan Pakai Uang Segepok':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT