ADVERTISEMENT

Mendes Ingin Ring 1 IKN Nusantara Dikelilingi Desa, Ini Alasannya

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 14:27 WIB
Mendes Abdul Halim Iskandar berpeci hitam (tengah)
Mendes Abdul Halim Iskandar berpeci hitam (tengah). (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memaparkan pola pembangunan desa di wilayah ring satu Ibu Kota Negara (IKN). Abdul Halim mengatakan nantinya 11 desa yang berada di wilayah ring satu itu konsepnya tetap sebagai desa dan tidak berubah menjadi kelurahan.

"Kami juga fokus menyiapkan pola pembangunan desa di IKN, jadi ada sekitar 11 desa yang ada di wilayah ring 1 Ibu Kota Negara Nusantara, itu harus kita siapkan betul. Pertama, supaya tetap wujudnya desa tidak berubah kelurahan," ujar Abdul Halim di Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022).

Gus Halim--sapaan karib Abdul Halim Iskandar--menginginkan desa di wilayah ring satu itu suasananya tetap seperti desa, misal tetap ada gotong royong, interaksi antarwarga. Dia juga mengatakan Kemendes PDTT akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi untuk mendesain 11 desa di IKN itu.

"Kedua, seluruh hal yang terjadi di desa tidak berubah. Gotong royong, kedekatan antarwarga dan seterusnya, justru kita bikin di 11 desa ini etalase, etalase desa Indonesia mulai dari kulturnya, keguyubannya, demokrasinya, bagaimana mengelola pembangunan, mengelola pemberdayaan masyarakat dan seterusnya, itu juga menjadi fokus kita hari ini," jelasnya.

"Tentu yang akan kita modifikasi dengan terus mempertimbangkan kearifan lokal kalau memungkinkan dari 11 itu bisa kita bikin etalase-etalase berbagai model, misalnya model nagari, model kampuang, dan seterusnya, sehingga dengan 11 desa di IKN orang lain atau orang asing atau siapapun datang ke sana itu memiliki gambaran utuh tentang desa-desa di Indonesia," lanjutnya.

11 Desa Diminta Pertahankan Budaya

Meski begitu, Halim mengatakan tidak menutup kemungkinan jika 11 desa yang berada di ring satu IKN nantinya akan berubah wilayahnya seperti kota seiring perkembangan infrastruktur dan juga perkembangan ekonomi. Namun Halim berharap paling tidak prinsip kewargaannya di sana tidak berubah dengan tetap mempertahankan budaya.

"Kewilayahan memang mungkin tidak (tidak bisa diubah), misal Depok bertahan seperti dulu, nggak mungkin. Tapi dahulukan prinsip dasar tata ruang, mau di situ ada gedung menjulang oke, tapi jangan kehilangan prinsip dasar tata ruang misal ruang terbukanya jangan tidak ada. Prediksi penduduk di situ berapa, misal penduduk di situ untuk memenuhi prinsip tata ruang itu tercapai desa, itu dari sekian wilayah desa oke misal itu disepakati," katanya.

Dia pun mencontohkan warga Betawi yang ada di Jakarta. Meski wilayahnya hampir habis, budaya Betawi di Jakarta masih kental dan tidak punah.

"Tetapi kewargaannya itu yang harus dipertahankan, kalau di sisi ini saya yakin bisa. Contoh Betawi kewilayahannya habis, tapi kekeluargaannya banyak kita temukan teman-teman Betawi asli yang masih pertahankan budayanya dengan segala kebudayaan misal palang pintu, ondel-ondel, dan seterusnya," ucapnya.

"Paling tidak kewilayahan tidak mungkinlah, namanya IKN. Tetapi kewargaan, sistem pemerintahan tetap ada Kades lah jangan jadi kelurahan. Karena kalau kelurahan nggak ada lagi pilkades. Tentu demokrasinya berbeda misal voting atau kampanye dan seterusnya, itu yang saya maksud demokrasi desa seperti ini jadi etalase, jadi kewargaan pemerintahan menurut saya entah harus gimana caranya harus diupayakan sedemikian rupa dipertahankan," sambungnya.

Adapun 11 desa yang dimaksud Abdul Halim adalah:

1. Desa Sungai Payang, Kabupaten Kutai Kartanegara
2. Desa Karya Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara
3. Desa Tani Bhakti, Kabupaten Kutai Kartanegara
4. Desa Argo Mulyo, Kabupaten Penajam Paser Utara
5. Desa Bukit Raya, Kabupaten Penajam Paser Utara
6. Desa Bumi Harapan, Kabupaten Penajam Paser Utara
7. Desa Karang Jinawi, Kabupaten Penajam Paser Utara
8. Desa Semoi Dua, Kabupaten Penajam Paser Utara
9. Desa Suka Raja, Kabupaten Penajam Paser Utara
10. Desa Suko Mulyo, Kabupaten Penajam Paser Utara
11. Desa Tengin Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Simak juga 'IKN Masuk dalam Pembahasan Rakernas Kementerian ATR/BPN':

[Gambas:Video 20detik]

(zap/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT