ADVERTISEMENT

Ragam Wanti-wanti soal Jakarta Diprediksi Tenggelam

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 08:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab soal usulan lockdown akhir pekan. Anies menekankan wilayah DKI Jakarta tidak akan menerapkan kebijakan tersebut
Ilustrasi Ibu Kota DKI Jakarta (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Prediksi wilayah DKI Jakarta akan tenggelam kembali ramai diperbincangkan. Awal pekan ini, kemungkinan tersebut kembali diingatkan lagi oleh Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, dalam acara konsultasi publik rencana kerja sama pengembangan SPAM di Provinsi DKI Jakarta.

Dalam acara tersebut, Arief menyoroti tingginya penggunaan air tanah di Ibu Kota. Arief khawatir kondisi tersebut jika dibiarkan terus-menerus akan mengakibatkan bencana tenggelamnya DKI Jakarta pada 2050, sesuai dengan prediksi para ahli.

"Salah satu hal yang saat ini menjadi tantangan kita bersama, bahwasanya di Provinsi DKI Jakarta isu tentang air minum yang memang masih tingginya pengambilan penggunaan dari air tanah. (Penggunaan air tanah) ini masih sangat besar sekali di Provinsi DKI Jakarta dan memang ini membuat kemudian banyak efek ekologi menjadi salah satu hal mengancam kehidupan di Jakarta," kata Arief, Senin (8/8/2022).

Perilaku masyarakat yang masih menggunakan air tanah dapat menenggelamkan 90 persen wilayah Jakarta, khususnya di bagian utara. Mengubah perilaku masyarakat ini, diakui Arief, menjadi tantangan pihaknya.

"Ada beberapa isu yang juga menjadi salah satu juga menjadi bagian dari tantangan PAM Jaya, di mana penurunan atas muka dari tanah itu sendiri dilansir oleh BBC di mana Jakarta yang kemudian saat ini akan bisa tenggelam dalam waktu yang tidak lama lagi ketika memang ini terus berlangsung," jelas Arief.

"Dan prediksinya di tahun 2050 diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam karena budaya atau kemudian penggunaan air yang kemudian tidak segera diselesaikan dan terus mengambil air dari tanah yang memang semakin seeking pastinya," sambungnya.

Oleh sebab itu, dia berharap PAM Jaya dapat memberikan pasokan air mencapai 100 persen kepada masyarakat. Arief memastikan PAM Jaya dan Pemprov DKI Jakarta akan menambah air baku melalui Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM), agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan target pelayanan 100 persen pada 2030.

Berikut ragam wanti-wanti soal prediksi tenggelamnya Jakarta:

1. Ibu Kota Pindah ke IKN Salah Satu Cara Cegah Penurunan Tanah

Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat menyiapkan berbagai langkah untuk mencegah prediksi tersebut. Riza menyebut pemindahan Ibu Kota ke Kaltim salah satunya.

"Berbagai upaya dilakukan. Pemerintah pusat sendiri, salah satu tujuannya memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, di antaranya adalah mengurangi beban DKI Jakarta, termasuk beban adanya penurunan muka air tanah," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2022).

Ahmad RIza PatriaWagub DKI Jakarta Ahmad RIza Patria (Mulia Budi/detikcom)

Simak juga video 'Kawasan Muara Baru Jakut Diprediksi Tenggelam pada 2050':

[Gambas:Video 20detik]



Simak penjelasan Wagub DKI selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT