ADVERTISEMENT

Wagub DKI: Ibu Kota Pindah ke Kaltim Kurangi Beban Penurunan Muka Tanah

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 17:37 WIB
Ahmad RIza Patria
Wagub DKI Ahmad Riza Patria. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya bersama pemerintah pusat menyiapkan berbagai langkah mencegah Jakarta tenggelam pada 2050. Riza menyebut pemindahan Ibu Kota ke Kaltim sebagai salah satu upaya mengurangi beban turunnya permukaan tanah.

"Berbagai upaya dilakukan. Pemerintah pusat sendiri, salah satu tujuannya memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, di antaranya adalah mengurangi beban DKI Jakarta, termasuk beban adanya penurunan muka air tanah," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2022).

Riza menuturkan pemindahan Ibu Kota akan mengurangi jumlah masyarakat yang bermukim di Jakarta. Pasalnya, mayoritas pegawai pemerintahan bakal bermigrasi ke IKN. Hal itu tentu berdampak pada penggunaan air tanah yang selama ini menjadi faktor penurunan muka tanah di Jakarta.

"Tentu cukup banyak karena kan terjadi pergeseran jumlah warga yang ada di Jakarta ke IKN itu terjadi pengurangan. Perkantoran pusat kan berpindah, Perkantoran pusat kan membutuhkan air yang tidak sedikit selama ini," jelasnya.

Di samping itu, Pemprov DKI mempercepat penyediaan air bersih di lingkungan masyarakat. Tujuannya mencegah terjadinya eksploitasi air tanah di berbagai sektor.

"Supaya tidak ada lagi apa namanya penyedotan air tanah melalui pompa-pompa di rumah-rumah, kita upayakan air bersih itu didapatkan melalui PAM Jaya, dan beberapa upaya lainnya," ujarnya.

"Bagi seluruh warga, khususnya di masyarakat kita, agar juga tidak menggunakan air secara berlebihan dan juga di antaranya bagi industri, perkantoran, hotel, apartemen juga kita minta juga tidak menggunakan pompa untuk mendapatkan air bersih tapi melalui saluran PAM yang ada," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menyoroti tingginya penggunaan air tanah yang cukup besar di wilayah DKI Jakarta. Arief menjelaskan 90 persen wilayah Jakarta, khususnya di bagian utara, diprediksi akan tenggelam pada 2050. Hal itu terjadi lantaran penggunaan air tanah yang tidak segera diselesaikan.

"Ada beberapa isu yang juga menjadi salah satu juga menjadi bagian dari tantangan PAM Jaya, di mana penurunan atas muka dari tanah itu sendiri dilansir oleh BBC di mana Jakarta yang kemudian saat ini akan bisa tenggelam dalam waktu yang tidak lama lagi ketika memang ini terus berlangsung," jelas Arief, Senin (8/8).

"Dan prediksinya di tahun 2050 diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam karena budaya atau kemudian penggunaan air yang kemudian tidak segera diselesaikan dan terus mengambil air dari tanah yang memang semakin seeking pastinya," ucapnya.

Lihat juga Video: Kinerja Polisi Menurut Masyarakat Kalimantan Timur

[Gambas:Video 20detik]



(taa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT