ADVERTISEMENT

Disdik DKI Pastikan Guru SMAN 58 Larang Siswa Pilih OSIS Nonmuslim Dimutasi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 11:24 WIB
Gedung Balai Kota DKI Jakarta
Foto: Gedung Balai Kota DKI Jakarta (detikcom)
Jakarta -

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mengungkit kasus guru SMAN 58 yang mengajak murid memilih ketua OSIS seagama saat rapat bersama Dinas Pendidik DKI. Disdik DKI menyebut guru tersebut sudah dimutasi.

"Anak-anak di SMA 58 (misalnya), ketika ada larangan tidak boleh memilih Ketua OSIS, gurunya sudah ada mutasi juga karena masukan tidak cukup dengan hukuman disiplin," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, di ruang Fraksi PDIP DPRD DKI, Rabu (10/8/2022).

Kasus guru SMAN 58 ini terjadi pada akhir 2020 lalu. Nahdiana tidak menjelaskan kapan pastinya guru tersebut dimutasi.

Nahdiana menjamin bakal menindak oknum intoleran di lingkungan sekolah negeri Jakarta. Nahdiana mengatakan sejumlah kasus telah ditangani dengan cara berbeda.

Salah satunya kasus murid SMP 46 Jakarta Selatan yang ditegur karena tak menggunakan hijab. Untuk kasus ini, Disdik langsung melakukan pendampingan terhadap wali murid. Selanjutnya memastikan murid tersebut tetap bersekolah.

"Di SMP 46, Kabid dan Kasudin langsung mendampingi ortu, dalam hal ini pada kakaknya, untuk terus memastikan anaknya sekolah. Sampai hari ini anaknya bersekolah," jelasnya.

Kasus Guru SMAN 58 Larang Siswa Pilih OSIS Nonmuslim Tahun 2020

Guru SMAN 58 Jakarta sempat dipolisikan soal dugaan SARA dalam pemilihan calon ketua OSIS. Saat itu TS telah diperiksa polisi terkait laporan tersebut.

Berikut isi ajakan guru TS yang berujung dipolisikan:

"Assalamualaikum...hati2 memilih ketua OSIS Paslon 1 dan 2 Calon non Islam...jd ttp walau bagaimana kita mayoritas hrs punya ketua yg se Aqidah dgn kita," demikian pesan guru TS dalam tangkapan layar grup WA 'Rohis 58' yang beredar di media sosial.

"Mohon doa dan dukungannya untuk Paslon 3, Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3, Awas Rohis jgn ada yg jd pengkhianat ya," ucap TS dalam grup WhatsApp bernama Rohis 58.

Polisi mengatakan guru TS mengakui isi percakapan di grup rohis tersebut adalah tulisan sendiri. Pada saat itu guru TS masih berstatus saksi.

Lihat juga video 'Temuan Terbaru ORI Usai Periksa Guru BK SMA Banguntapan soal Kasus Jilbab':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT