ADVERTISEMENT

Rentetan Sikap PBNU Terkait Kasus Mardani Maming hingga Tunjuk Bendum Baru

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 11:00 WIB
gedung PBNU
Gedung PBNU (Foto: nu.or.id)
Jakarta -

Politikus PDIP Mardani H Maming kini telah resmi ditetapkan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pemberian izin usaha pertambangan dan ditahan KPK. Posisi Mardani Maming sebagai bendahara umum di PBNU pun resmi diganti.

Untuk diketahui, Mardani Maming ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pemberian izin usaha pertambangan di Tanah Bumbu saat menjabat bupati. Mardani disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Mardani Maming sempat melawan penetapan dirinya sebagai tersangka oleh KPK lewat praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan tersebut tak diterima oleh hakim tunggal PN Jaksel.

Kamis (28/7), Mardani Maming menyerahkan diri ke KPK usai upaya paraperadilannya di PN Jakarta Selatan ditolak. Mardani Maming yang telah ditetapkan sebagai buron pun telah ditahan KPK.

Setelah Mardani Maming ditahan KPK, PBNU pun bergerak mengambil sikap Mardani Maming. Dari pencopotan hingga rapat membahas pengganti Mardani Maming. Simak rangkumannya:

PBNU Copot Mardani Maming

PBNU mencopot Mardani Maming dari jabatannya sebagai Bendum. Maming resmi nonaktif di PBNU setelah gugatan praperadilan terkait status tersangka ditolak hakim.

"Sudah ada rapat gabungan satu bulan yang lalu, bahwa beliau diputuskan nonaktif jika ditetapkan tersangka, setelah proses praperadilan selesai," kata Ketua PBNU Bagian Keagamaan, Ahmad Fahrurrozi atau Gus Fahrur saat dikonfirmasi, Kamis (28/7/2022).

Kendati demikian, dia menyebut sebelumnya pihak internal PBNU tengah menunggu keputusan praperadilan Maming. Dengan ditolaknya praperadilan itu, Maming resmi dinonaktifkan.

"Makanya kemarin menunggu proses hukum praperadilan. Dan sudah berlaku sejak saat itu. Setelah penolakan kemarin," tuturnya.

Ahmad Fahrurrozi mengatakan perkara yang dihadapi Maming terjadi saat mantan Bupati Tanah Bumbu itu belum menjabat Bendum PBNI. Dia memastikan perkara Maming tak berkaitan dengan PBNU.

"Kasus itu terjadi jauh sebelum dia menjabat Bendum PBNU dan tidak ada sangkut pautnya dengan PBNU," terangnya.

Dia meminta masyarakat tidak mengaitkan perkara yang menjerat Mardani Maming dengan organisasi PBNU.

"Kita minta dipahami fakta tersebut sehingga tidak ada framing negatif terhadap PBNU," tutupnya.

Simak video 'Fakta Mardani Maming, Tersangka Suap dan Gratifikasi Rp 104,3 miliar':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT