ADVERTISEMENT

PDIP Panggil Kadisdik DKI Terkait Laporan Siswi Dipaksa Berjilbab Besok

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 21:55 WIB
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono.
Gembong Warsono (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta bakal memanggil Pemprov DKI buntut laporan ada sekolah negeri yang memaksa siswi muslim menggunakan jilbab. Pihak Pemprov DKI yang dipanggil ialah Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana dan Asisten Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta Uus Kuswanto.

Pemanggilan itu dikonfirmasi oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Rencananya, rapat diadakan pada Rabu (10/8/2022) pukul 13.30 WIB.

"Iya, betul (pemanggilan) besok," kata Gembong saat dimintai konfirmasi, Selasa (9/8/2022).

Gembong mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan seputar dugaan diskriminasi pelajar di sekolah Jakarta. Dia mengatakan F-PDIP hendak meminta klarifikasi kepada Pemprov DKI terhadap laporan itu.

"Karena ada keluhan masyarakat, kita mau klarifikasi terhadap pengaduan masyarakat itu, benar nggak seperti itu. Kita kan harus klarifikasi, jangan sepihak. Kan kita nggak boleh bicara sepihak," jelasnya.

Dia mengatakan F-PDIP bakal mempertanyakan pengawasan yang dilakukan Dinas Pendidikan. Dia menyebut aduan diskriminasi banyak datang dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

"Peran dinas bagaimana, untuk bisa melakukan monitoring terhadap hal-hal seperti itu," ujarnya.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Ima Mahdiah mendapat laporan adanya SD di Jakbar dan SMP di Jaksel yang memaksa siswi memakai jilbab. Ragam versi dugaan siswi dipaksa berjilbab mencuat.

Ima menerima laporan adanya siswi dipaksa berjilbab saat hendak memberikan seragam ke sejumlah siswa-siswi. Ima merasa heran saat stafnya membelikan seragam panjang untuk sekolah negeri di Jakarta.

"Saya cek kok seragamnya panjang semua, terus infonya bahwa ini sekolah negeri atau madrasah. Ya terus dibilangnya ini sekolah negeri. Akhirnya kita kunjungan," ujar Ima kepada wartawan, Selasa (2/8).

Dalam kunjungan ke sekolah SD di Jakbar itu, Ima menanyakan kepada wali murid soal seragam panjang untuk murid. Dari penjelasan wali murid, para siswi diwajibkan mengenakan seragam panjang.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Sekda DIY Minta Kasus Jilbab SMAN 1 Banguntapan Tak Melebar':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT