ADVERTISEMENT

Santri di Tangerang Meninggal: Penyebab dan Kronologi Kejadian

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 11:51 WIB
Seorang santri di Tangerang meninggal dunia usai berkelahi dengan teman sesama santrinya. Korban adalah santri di Pondok Pesantren Daar El Qolam, Tangerang.
Santri di Tangerang Meninggal: Penyebab dan Kronologi Kejadian (Foto: detikcom/Ilustrasi/Thinkstock)
Jakarta -

Seorang santri di Tangerang meninggal dunia usai berkelahi dengan teman sesama santrinya. Diketahui, korban adalah santri di Pondok Pesantren Daar El Qolam, Tangerang, Banten.

Lantas, apa penyebab perkelahian antara kedua santri tersebut? Simak informasi selengkapnya yang telah dirangkum oleh detikcom.

Santri di Tangerang Meninggal: Bertengkar dengan Temannya

Seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Daar El Qolam Tangerang berinisal BD (15) meninggal dunia. Santri tersebut diduga tewas akibat bertengkar dengan rekan santrinya. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (7/8/2022).

"Berdasarkan keterangan guru/pengasuh yang mengantar korban meninggal diduga karena berkelahi sesama santri," ucap Kapolsek Cisoka AKP Nurohman kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Seorang santri di Tangerang meninggal dunia usai berkelahi dengan teman sesama santrinya. Korban adalah santri di Pondok Pesantren Daar El Qolam, Tangerang.Seorang santri di Tangerang meninggal dunia usai berkelahi dengan teman sesama santrinya. Korban adalah santri di Pondok Pesantren Daar El Qolam, Tangerang. (Foto: Getty Images/iStockphoto/MicroStockHub)

Kronologi Pertengkaran Sesama Santri di Ponpes Tangerang

Nurohman menjelaskan perkelahian BD dengan terduga pelaku, RE (15). Awalnya, BD sedang mandi bersama temannya yang berinisal DM. Kemudian, RE sedang mencari DM ke kamar mandi.

Lalu, RE mendorong pintu kamar mandi dan mengenai korban. Akibat hal itu, korban marah dan memicu pertengkarannya dengan pelaku. Perkelahian keduanya berlanjut hingga BD berada di kamar.

"Menurut keterangan saksi, sebelumnya, penyebabnya, lagi mandi pintunya didorong, dibuka, kemudian membentur si korban," tambahnya.

Perkelahian keduanya sempat dilerai oleh teman-teman mereka yang melihat. Setelah dilerai, terduga pelaku keluar dari kamar, namun korban masih mengejek terduga pelaku.

"Pelaku balik lagi menghampiri si korban. Korban ketika itu sedang pakai celana tertunduk gitu, ditendang bagian muka sebelah kiri. Jatuh tertunduk. Ketika tertunduk, korban ditendang lagi bagian belakang. Berdasarkan laporan Kanit Serse yang datang melihat korban di RS, ada memar di mata kiri sama pundak kiri," ungkap Nurohman.

Polisi Cek TKP

Polisi sempat mendapat laporan dari pihak RSUD Balaraja bahwa ada santri tewas yang diantar ke rumah sakit oleh guru atau pengasuhnya di pesantren. Kemudian, polisi datang ke rumah sakit dan bertemu dengan orang tua korban hingga pihak pesantren.

Selanjutnya, polisi datang ke pesantren untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

"Kita melakukan cek TKP di pesantren dan pasti melakukan penyelidikan," ucapnya.

Polisi Periksa 6 Saksi Soal Tewasnya BD

Polisi juga telah memeriksa enam orang saksi atas peristiwa tewasnya santri inisial BD (15). Tiga saksi yang diperiksa antara lain guru di pesantren tersebut.

"Keterangan saksi kami sudah mendapatkan saksi sudah enam orang," ujar Kapolsek Cisoka AKP Nurohman kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Pelaku RE dibawa ke Polresta Tangerang

Keluarga BD sudah membuat laporan ke Polres. Terduga pelaku kasus perkelahian, RE yang membuat santri di Tangerang meninggal sudah dibawa ke Polresta Tangerang.

"Di kamar korban (berantemnya). Keluarga korban sudah melapor ke Polres. Terduga pelaku juga sudah berada di Polres," jelas Nurohman.

Lihat juga video 'Heboh Dua Remaja Perempuan Kelahi di Pasar Polman':

[Gambas:Video 20detik]



(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT