ADVERTISEMENT

KPK Telusuri Aliran Suap Izin Alfamidi ke Kantong Eks Walkot Ambon

M Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 11:32 WIB
ilustrasi KPK
Foto ilustrasi KPK (dok detikcom)
Jakarta -

Kasus dugaan suap yang diterima mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy terkait pemberian izin pembangunan cabang minimarket Alfamidi masih terus ditelusuri KPK. Terbaru, tim penyidik memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui tentang setoran suap untuk Richard.

Dalam pemeriksaan saksi yang berlangsung pada Senin, 8 Agustus 2022, ada 4 saksi dari PT Midi Utama Indonesia yang dipanggil KPK. Perusahaan itu merupakan yang menaungi bisnis retail yang dikenal publik sebagai Alfamidi.

Keempat saksi itu atas nama Afid Hermeily, Alex Nurdiana, Diyana Safitri Aditia, dan Meilia Triani. Dalam jadwal pemeriksaan disebutkan keempatnya merupakan karyawan Midi Utama Indonesia.

"Keempat saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya penunjukan khusus tersangka AR (Amri) untuk melakukan pengurusan persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon. Di samping itu didalami lebih lanjut terkait dengan dugaan aktivitas dari tersangka AR dalam melobi tersangka RL (Richard Louhenapessy) agar pengurusan izin dimaksud segera diterbitkan," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).

Richard selaku mantan Wali Kota Ambon dijerat KPK sebagai tersangka karena menerima suap sekitar Rp 500 juta untuk memberikan izin pembangunan 20 gerai Alfamidi di Kota Ambon. Tersangka lain dalam perkara ini adalah Amri selaku karyawan Alfamidi dan Andrew Erin Hehanussa selaku staf Tata Usaha Pimpinan Pemkot Ambon.

Ketua DPRD Ambon Jadi Saksi

Selain pemeriksaan saksi di Jakarta, tim KPK turut melakukan pemeriksaan di Ambon, tepatnya di kantor Markas Komando Satuan Brimob Polda Maluku. Total ada 7 saksi yang menghadiri pemeriksaan, yaitu:

1. Ely Toisutta selaku Ketua DPRD Ambon;
2. Martha Tanihaha selaku Pemilik RM Sari Gurih;
3. Everd H Kermite selaku Anggota DPRD Ambon;
4. Rolex Segfried De Fretes selaku Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah;
5. Apries Gaspezs selaku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah;
6. Izaac Jusak Said selaku Kepala UPTD Parkir; dan
7. Wendy Pelupessy selaku Kepala Dinas Kesehatan.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait proses pengajuan berbagai izin di Pemkot Ambon yang diduga ada setoran sejumlah uang untuk tersangka RL agar proses izin dimaksud segera diterbitkan," kata Ali.

Namun di sisi lain ada pula saksi yang tidak hadir dan akan dijadwalkan ulang. Mereka antara lain:

1. Grivandro Louhenapessy selaku swasta;
2. Joy Reinier Adriaansz selaku PNS di Kadiskominfo Ambon;
3. Sieto Nini Bachry selaku pemilik toko buku NN;
4. Sirjhon Slarmanat selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan;
5. Hervianto selaku PNS; dan
6. Enrico R Matitaputty selaku PNS/Kepala Bappeda.

Simak juga video 'Konstruksi Perkara Kasus Suap Walkot Ambon Richard Louhenapessy':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT