ADVERTISEMENT

KPK Cecar GM License soal Duit dari PT Midi Utama ke Eks Walkot Ambon

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 13:34 WIB
Gedung baru KPK
Ilustrasi KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa General Manager License PT Midi Utama Indonesia (MIU), Agus Toto Ganeffian, terkait kasus dugaan suap terhadap eks Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy (RL). Agus dicecar soal dugaan aliran duit ke Richard.

"Agus Toto Ganeffian selaku General Manager License PT Midi Utama Indonesia, hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dugaan adanya aliran sejumlah uang dari PT MIU (Midi Utama Indonesia) melalui dari tersangka AR (Amri)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Uang itu diduga dipakai untuk mengurus izin pembangunan cabang minimarket di Ambon pada 2020. Namun Ali tak menjelaskan berapa jumlah uang tersebut.

"Yang kemudian diduga digunakan dalam proses pengurusan persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon," jelas Ali.

Sebelumnya, Agus diperiksa KPK pada Jumat (5/8). Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy (RL).

Richard telah ditetapkan sebagai tersangka di kasus dugaan suap persetujuan izin pembangunan gerai minimarket di Ambon pada Jumat (13/5). Selain Richard, KPK menetapkan AEH selaku staf Tata Usaha Pemkot Ambon dan AR selaku pihak swasta karyawan minimarket AM di Kota Ambon.

Richard Louhenapessy kembali ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU.

"Selama proses penyidikan dugaan perkara awal Tersangka RL, tim penyidik KPK kemudian mendapati adanya dugaan tindak pidana lain yang diduga dilakukan saat yang bersangkutan masih aktif menjabat Wali Kota Ambon berupa TPPU," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (4/7).

Ali mengatakan Richard sengaja menyembunyikan asal usul kepemilikan harta benda dengan menggunakan identitas lain. KPK, kata Ali, akan terus melengkapi bukti-bukti.

"Di antaranya kesengajaan menyembunyikan maupun menyamarkan asal-usul kepemilikan harta benda dengan menggunakan identitas pihak-pihak tertentu. Pengumpulan alat bukti saat ini terus dilakukan dengan menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi," ujar Ali.

Ali melanjutkan pihaknya akan terus menginformasikan perkembangan perkara ini kepada masyarakat. Ali berharap masyarakat yang memiliki informasi mengenai aset terkait perkara ini dapat menyampaikan ke penyidik ataupun call center di 198.

Simak Video 'Konstruksi Perkara Kasus Suap Walkot Ambon Richard Louhenapessy':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT