ADVERTISEMENT

6 Beda Pengakuan Bharada E, Dulu dan Kini

Tim detikcom - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 16:58 WIB
Bharada Richard Eliezer, Bharada Eliezer, Bharada E
Bharada Richard Eliezer atau Bharada E (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Bharada Richard Eliezer atau Bharada E membuat sejumlah pernyataan baru terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Perubahan pernyataan itu disampaikan Bharada E melalui pengacara barunya.

Bharada E juga menyampaikan berita acara pemeriksaan (BAP) baru kepada penyidik. Dia juga kemudian mengajukan diri menjadi saksi pelaku yang bekerja sama (justice collabolator) sebagai syarat mendapatkan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Pengakuan-pengakuan baru dari Bharada E ini mempunyai beberapa perbedaan dengan informasi awal yang dibuka dalam kasus tewasnya Brigadir J. Hari ini, pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, mendatangi Kantor LPSK untuk mengajukan justice collaborator (JC).

Deolipa juga mengungkap alasan Bharada E mengubah keterangan terkait kasus tewasnya Brigadir J. Setelah berganti pengacara, Bharada E pun sudah tidak tertekan.

"Ya mengubah keterangan ada kaitannya dengan pergantian pengacara juga. Ada kaitannya dengan masa lalu juga, tekanan-tekanan masa lalu. Kemudian skenario-skenario masa lalu yang dia alami," kata Deolipa di Kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (8/8/2022).

Namun, dia tak menjelaskan apa tekanan yang dialami Bharada E. Dia mengatakan Bharada E terbuka usai menyadari tindakannya dan kini ingin membuat kasus terang benderang.

Kuasa hukum Bharada E yang baru, Deolipa Yumara.Kuasa hukum Bharada E yang baru, Deolipa Yumara dan M Boerhanuddin (Dok. detikcom)

"Jadi ketika kemudian dia sudah tidak lagi seperti itu. Dia kembali ke wilayah baru mulai kemarin, hari Sabtu dia mulai sadar bahwasannya dia harus melakukan tindakan sebenar-benarnya dan seterang-terangnya apa yang dialaminya. Apa yang dilakukannya, apa yang didengarnya," papar Deolipa.

Berikut sejumlah beda keterangan soal info awal kasus dengan pengakuan terbaru Bharada E:

1. Tak Ada Baku Tembak Brigadir J Vs Bharada E

Pengacara baru Bharada E, Muhammad Boerhanuddin mengatakan, kliennya menyatakan tak ada baku tembak dalam peristiwa tewasnya Brigadir J. Pernyataan ini menepis kronologi awal yang menyebutkan Brigadir J tewas setelah terlibat adu tembak dengan Bharada E.

"Tidak ada memang, kalau informasi tidak ada baku tembak. Pengakuan dia tidak ada baku tembak," kata Boerhanuddin, Senin (8/8).

Sebelumnya, disebutkan Brigadir J tewas usai terlibat baku tembak dengan Bharada E. Pada peristiwa yang terjadi pada Jumat (8/7) itu, disebutkan Brigadir J melepas 7 tembakan dan dibalas 5 tembakan Bharada E.

Brigadir J lalu disebut menerima 7 luka tembakan dari 5 peluru yang ditembakkan Bharada E.

2. Bharada E Dapat Tekanan untuk Tembak Brigadir J, Bukan Bela Diri

Boerhanuddin mengatakan Bharada E mengaku menembak karena ada tekanan dari 'atasan'. Dia tak menjelaskan detail mengapa Bharada E diperintah melakukan penembakan.

"Dari BAP dan keterangan kepada kuasa hukum, dia mendapatkan tekanan dapat perintah untuk menembak, itu saja," ujarnya.

Informasi awal saat kasus ini terungkap, Bharada E disebut menembak Brigadir J untuk membela diri. Pada Jumat (8/7) lalu, Bharada E awalnya mendengar permintaan tolong dan teriakan istri Irjen Ferdy Sambo.

Ketika Bharada E mendatangi sumber suara dan bertanya soal apa yang terjadi, Brigadir J disebut merespons dengan melepas tembakan. Pada informasi awal, Brigadir J disebut melakukan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo.

Simak video 'Pengakuan Baru Pengacara Bharada E: Tak Ada Baku tembak!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak 4 poin beda lainnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT