Dugaan Tembakan Rekayasa di Dinding Rumah Dinas Ferdy Sambo

ADVERTISEMENT

Dugaan Tembakan Rekayasa di Dinding Rumah Dinas Ferdy Sambo

Tim detikcom - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 14:34 WIB
Suasana rumah Kepala Propam Ferdy Sambo di kawasan Perumahan Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2022).
Suasana rumah eks Kadiv Propam Ferdy Sambo di kawasan Perumahan Komplek Polri, Duren Tiga, Jaksel, Sabtu (23/7). (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah bekas tembakan ditemukan di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Lubang-lubang itu disebut berasal dari baku tembak antara Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Namun Bharada E melalui pengacara barunya menyampaikan pengakuan baru. Bekas tembakan di dinding rumah Irjen Sambo disebut bukan akibat baku tembak.

Pengacara Bharada E, Muhammad Boerhanuddin, mengatakan lubang-lubang di dinding itu berasal dari senjata Brigadir J yang sengaja ditembakkan.

"Yang itu pun adapun proyektil atau apa yang di lokasi katanya alibi, jadi senjata almarhum yang tewas itu dipakai untuk tembak kiri kanan itu. Bukan saling baku tembak," kata Boerhanuddin kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

"Menembak itu dinding arah-arah itunya," imbuhnya

Bharada E membuat sejumlah pernyataan yang berbeda setelah berganti pengacara. Bharada E juga telah membuat berita acara pemeriksaan (BAP) baru.

Di dalam BAP baru, Bharada E mengaku melepaskan tembakan karena tekanan dari atasan. Dia menyebut ada Irjen Ferdy Sambo di lokasi saat terjadi penembakan yang menewaskan Brigadir J tersebut.

"Ada (Irjen Ferdy Sambo)," kata Boerhanuddin. Dia menjawab saat dimintai konfirmasi apakah benar ada Ferdy Sambo saat Brigadir Yoshua ditembak.

Dia mengatakan Bharada E mengaku menembak karena ada tekanan dari 'atasan'. Dia tak menjelaskan detail mengapa Bharada E diperintah melakukan penembakan.

"Dari BAP dan keterangan kepada kuasa hukum, dia mendapatkan tekanan dapat perintah untuk menembak, itu saja," ujarnya.

Dugaan Pelaku Lain

Boerhanuddin menyebut ada pelaku lain yang menembak Brigadir Yoshua. Dia menyebut tembakan pertama dilepaskan kliennya yang kemudian dilanjutkan pelaku lain.

"Nembak pertama Bharada E, selanjutnya ada pelaku lain," kata Boerhanuddin.

Dia menyebut penembak Yoshua lebih dari satu orang. Dia menyatakan, berdasarkan pengakuan Bharada E, tidak ada peristiwa baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo.

"Pelaku yang menembak lebih dari satu. Tidak ada tembak menembak," ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga mengatakan tidak ada tindakan penganiayaan terhadap Brigadir J.

Dalam kasus ini, Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka. Terbaru, Brigadir Ricky Rizal (RR) ditetapkan sebagai tersangka kedua.

Berbeda dari Bharada E, Brigadir Ricky disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Brigadir Ricky ditahan di Rutan Bareskrim.

Untuk diketahui, Bharada Eliezer dan Brigadir Ricky merupakan sopir dan ajudan dari istri Ferdy Sambo.

Simak video 'Pengakuan Baru Pengacara Bharada E: Tak Ada Baku tembak!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT