ADVERTISEMENT

'5 Kali Menembak Kena 7', Narasi Bharada E yang Kini Dicabut

Tim detikcom - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 11:58 WIB
Bharada Richard Eliezer, Bharada Eliezer, Bharada E
Bharada Eliezer (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Bharada Richard Eliezer atau Bharada E membuat pengakuan baru terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Bharada E menyatakan tak ada baku tembak terkait tewasnya Brigadir J.

Hal tersebut disampaikan pengacara baru Bharada E, Muhammad Boerhanuddin. Pernyataan ini menepis kronologi awal yang menyebutkan Brigadir J tewas setelah terlibat adu tembak dengan Bharada E.

"Tidak ada memang, kalau informasi tidak ada baku tembak. Pengakuan dia tidak ada baku tembak," kata pengacara Boerhanuddin, Senin (8/8/2022).

Boerhanuddin kini menjadi penasihat hukum Bharada E menggantikan pengacara sebelumnya. Dia juga mengatakan bahwa kliennya menjelaskan soal bekas proyektil yang ada di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel).

Dia mengatakan Bhadara E mengaku bekas proyektil yang ada di TKP hanya alibi. Pistol Brigadir J, katanya, sengaja ditembakkan ke arah dinding supaya terkesan ada peristiwa baku tembak.

"Yang itu pun adapun proyektil atau apa yang di lokasi katanya alibi," ujar dia.

"Menembak itu dinding arah-arah itunya," imbuhnya.

Selanjutnya, dia membenarkan bahwa senjata yang digunakan Bharada E merupakan Glock 17. Bharada E disebut memang sering menggunakan senjata Glock 17.

Bharada E Ubah BAP

Dalam kasus ini, Bharada E sudah ditetapkan sebagai tersangka. Bharada E telah mengubah keterangan pada berita acara pemeriksaan (BAP).

Pada BAP terbaru, Bharada E juga mengungkapkan sejumlah nama terlibat dalam kematian Brigadir J. Pengacara mengatakan lebih dari satu orang yang disebut terlibat dalam tewasnya Brigadir J.

"Semalam kan udah di-BAP. Semua udah disebutin, udah dijelasin semua di situ," kata Boerhanuddin saat dimintai konfirmasi, Minggu (7/8).

Bharada E disangkakan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 juncto Pasal 56. Saat ini Bharada E ditahan.

Rumah singgah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jaksel masih dipasangi garis polisi. Kini garis polisi tersebut dipasang mengelilingi rumah tersebut. (dok detikcom)Rumah singgah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jaksel yang disebut menjadi lokasi tewasnya Brigadir J (Dok. detikcom)

Pihak Bharada E berencana mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dia mengaku bersedia menjadi saksi pelaku yang bekerja sama (justice collaborator) dalam kasus ini.

Kasus ini diusut Tim Khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tim Khusus ini diharapkan membuat terang kasus yang sejak awal dipenuhi kejanggalan.

Terbaru, Tim Khusus kembali menetapkan seorang tersangka, yakni Brigadir Ricky Rizal (RR). Berbeda dengan Bharada E, Brigadir RR disangkakan pasal pembunuhan berencana, yaitu Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 juncto Pasal 56.

Brigadir RR ditahan di Rutan Bareskrim sejak Minggu (7/8).

Kabar Awal: Brigadir J 7 Kali Tembak, Dibalas 5 Tembakan Bharada E

Pada awal mula kasus, disebutkan Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri pada Jumat (8/7) sore. Disebutkan, ada belasan tembakan yang dilepaskan kedua ajudan Irjen Ferdy Sambo itu.

"Brigadir J melepaskan tembakan sebanyak 7 kali, Bharada E membalas mengeluarkan tembakan sebanyak 5 kali," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Senin (11/7/2022) lalu.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Pengakuan Baru Pengacara Bharada E: Tak Ada Baku tembak!':

[Gambas:Video 20detik]


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT