Brigadir R Ngakunya di Balik Kulkas, Kini Tersangka Pembunuhan Berencana

ADVERTISEMENT

Brigadir R Ngakunya di Balik Kulkas, Kini Tersangka Pembunuhan Berencana

Tim detikcom - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 13:23 WIB
Rumah singgah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jaksel masih dipasangi garis polisi. Kini garis polisi tersebut dipasang mengelilingi rumah tersebut. (dok detikcom)
Rumah singgah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jaksel masih dipasangi garis polisi. Kini garis polisi dipasang mengelilingi rumah tersebut. (Foto: dok. detikcom)

Saat dimintai keterangan oleh Komnas HAM, Ricky mengaku menyaksikan aksi baku tembak Brigadir J dan Bhadara E. Tetapi dia tidak tahu persis siapa orang yang sedang adu tembak dengan Yoshua.

Saat itu Ricky mendengar istri Ferdy Sambo teriak-teriak meminta tolong dengan memanggil namanya dan Bharada E. Ricky yang saat itu berada satu lantai dengan istri Sambo, berlari menuju ruang utama lokasi istri Sambo berteriak.

Ricky melihat Yoshua atau Brigadir J sedang mengacungkan senjata ke arah tangga, namun dia tidak melihat siapa sosok yang berada di tangga dan sedang dibidik Brigadir J. Saat Brigadir J melepaskan beberapa tembakan ke atas, Ricky langsung bersembunyi di balik kulkas.

"Belakangan dia baru tahu bahwa itu ternyata tembak-tembakan antara Bharada E (dan Yoshua)," jelas Ketua Komnas HAM Taufan Damanik saat menceritakan ulang pengakuan Ricky.

Cerita Ricky ini, kata Taufan, mirip dengan keterangan yang disampaikan Bharada E kepada Komnas HAM. Saat itu, Bharada E mengaku berada di lantai dua dan tengah membantu ART berinisial S yang sedang bersih-bersih kamar.

Dia mendengar istri Sambo berteriak minta tolong dan memanggil-manggil namanya. Bharada e lalu berlari turun tangga dan melihat Yoshua sedang berada di ruang utama.

Bharada E bertanya ke Brigadir J namun saat itu Brigadir J mengacungkan senjatanya dengan dua tangan ke arahnya. Brigadir J melepas tembakan dan Bharada E berlari ke atas.

Bharada E mengeluarkan pistol Glock 17, menuruni beberapa anak tangga dan membalas tembakan Brigadir J. Tembakan pertama Bharada E langsung mengenai Brigadir J yang membuatnya mundur sampai membentur kursi pijat sehingga membuat dia sempoyongan dan tubuhnya berputar ke belakang.

Baku tembak terjadi hingga Brigadir J tewas. Setelah suasana mulai senyap, Ricky datang dan bertanya kepada Richard.

"Ada apa?" tanya Brigadir Ricky. Namun Bharada E diam dan tidak menjawab karena dia masih syok dengan peristiwa yang dialaminya.

"Kemudian tiba-tiba sudah datang Pak Sambo karena ditelepon istrinya. Baru setelah itu, Pak Sambo telepon macam-macam itu, tidak tahu ia telepon ke mana saja. Tapi, setelah itu ada petugas datang, Provos datang," jelas Taufan.

"Perkara percaya atau tidak, kita cek lagi nanti. Saya juga tidak akan serta-merta percaya juga," tambahnya.


(jbr/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT