ADVERTISEMENT

Bamsoet Bakal Luncurkan 2 Buku Terbaru, Bahas Disrupsi & Radikalisme

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Minggu, 07 Agu 2022 20:51 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo akan meluncurkan dua buku terbaru, yakni Indonesia Era Disrupsi dan Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo akan meluncurkan dua buku terbaru, yakni 'Indonesia Era Disrupsi' dan 'Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa'. Peluncuran buku ke-23 dan 24 Bamsoet itu akan digelar Rabu (10/8) di Jakarta.

Selain peluncuran, akan ada bedah buku menghadirkan sejumlah narasumber. Untuk bedah buku 'Indonesia Era Disrupsi' narasumber yang dihadirkan antara lain Ketua Umum Himpunan Bank-Bank Milik Negara (HImbara) Sunarso, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Otoritas Jasa Keuangan 2017-2022 Wimboh Santoso, dan Pengamat Marketing Digital Edo Lavika. Sementara itu, narasumber bedah buku 'Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa' antara lain, anggota DPD RI sekaligus pakar Hukum Tata Negara Prof. Jimly Asshiddiqie, Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto, dan Rektor IPB University Prof. Arif Satria.

"Kedua buku tersebut berisi kontemplasi analisis dan buah pikiran saya atas berbagai perkembangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Menjadi persembahan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-77, sekaligus sebagai warisan pemikiran dari saya untuk generasi muda bangsa. Sehingga bisa menambah khazanah ilmu pengetahuan serta menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa pada saat ini maupun nanti," jelas Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (7/8/2022).

Ketua DPR RI ke-20 itu menjelaskan buku 'Indonesia Era Disrupsi' lebih banyak mengupas seputar proses perubahan yang cepat pada sistem dan tatanan di berbagai aspek kehidupan manusia yang didorong oleh inovasi teknologi dan tuntutan revolusi Industri 4.0. Menurutnya perubahan tersebut tidak dapat dihindari oleh siapapun, baik masyarakat perkotaan maupun di pelosok desa.

"Di dalam buku ini juga menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi umat manusia dalam era disrupsi tidak hanya pada kebutuhan talenta digital saja. Melainkan juga seberapa jauh kesiapan dan kemauan dunia pendidikan dalam beradaptasi dengan perubahan. Kemauan beradaptasi setidaknya harus tercermin pada perubahan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menerangkan dalam buku 'Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa', diulas upaya melawan radikalisme, terorisme, hingga demoralisasi bangsa dengan berbagai bentuk lainnya, tidak cukup melalui penegakan hukum. Ia menjabarkan dibutuhkan upaya lain berupa strategi cegah dan tangkal melalui vaksinasi ideologi. Salah satunya menggunakan vaksinasi Empat Pilar MPR RI yang pada hakikatnya adalah mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila, menjadikan UUD NKRI 1945 sebagai pedoman, mempertahankan eksistensi NKRI serta menjaga kesatuan serta persatuan dengan menerima dan merawat kebhinekaan.

"Tekanan dan beban kehidupan yang semakin sulit juga berpotensi mendorong tumbuh suburnya radikalisme sebagai solusi instan dan pelarian dari berbagai himpitan persoalan. Di samping itu, fakta sosiologis bahwa kita ditakdirkan menjadi sebuah bangsa dengan tingkat heterogenitas yang tinggi, menjadikan kita berada dalam posisi rentan dari ancaman potensi konflik. Karenanya, MPR RI gencar melaksanakan vaksinasi ideologi berupa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ke berbagai kalangan masyarakat guna memperkuat imun ideologi setiap anak bangsa dalam menghadapi berbagai gempuran ideologi yang tak sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia," ujar Bamsoet.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT