Perkembangan Terbaru 2 Jalur Pengusutan Kasus Brigadir Yoshua

ADVERTISEMENT

Perkembangan Terbaru 2 Jalur Pengusutan Kasus Brigadir Yoshua

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 07 Agu 2022 12:40 WIB
Brigadir J dan Ferdy Sambo
Brigadir J dan Ferdy Sambo (Foto: dok. Istimewa)

Jalur Etik

Sementara itu, untuk mengusut kasus dugaan pelanggaran etik, tim khusus memiliki inspektorat khusus (irsus). Irsus telah memeriksa siapa saja yang terkait peristiwa TKP penembakan di rumah Irjen Ferdy Sambo. Tak hanya itu Kapolri juga telah memeriksa 25 polisi, sejumlah polisi itu diduga menghambat penyidikan kasus Brigadir J.

Selain itu, Kapolri mengeluarkan TR khusus untuk memutasi sejumlah perwira, termasuk Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo hingga Karo Provos Divisi Propram Brigjen Benny Ali. Diketahui, Irjen Ferdy Sambo selaku Kadiv Propam Polri dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri.

Perkembangan terbaru penanganan kasus Brigadir J, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo kini ditempatkan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (6/8) malam. Ferdy Sambo ditempatkan di Mako Brimob atas dugaan melakukan pelanggaran etik.

Ferdy Sambo diduga mengambil kamera pengawas atau CCTV di tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Huatabarat atau Brigadir J.

"Kegiatan pemeriksaan gabungan, ya ini Wasriksus, Pengawasan Pemeriksaan Khusus, terhadap perbuatan Irjen FS. Yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam tindak pidana meninggalnya Brigadir J," kata Kadiv Humas Irjen Dedi Prasetyo saat jumpa pers di Mabes Polri, Sabtu (6/8).

Dari pemeriksaan, Wasriksus sudah memeriksa 10 saksi dan beberapa barang bukti. Alasan Polri membawa Irjen Ferdy Sambo ke Mako Brimbo pun karena indikasi pelanggaran profesionalitas.

"Dari Riksus menetapkan bahwa Irjen Pol FS diduga melakukan pelanggaran terkait menyangkut ketidakprofesionalan di dalam oleh TKP," ujarnya.

Maksud tidak profesionalnya Ferdy Sambo adalah berkaitan dengan TKP kematian Brigadir J yang merupakan rumah dinas Ferdy Sambo. Polri mencontohkan perihal CCTV yang disorot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"(Ketidakprofesionalan) dalam pelaksanaan olah TKP seperti Pak Kapolri sampaikan, terjadi misalnya pengambilan CCTV dan lain sebagainya," jelas Dedi.

Selain pemeriksaan dugaan pelanggaran etik, Polri melalui tim khusus juga mengusut soal dugaan pelanggaran pidana. Pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo masih dilakukan.

"Irsus fokusnya menyangkut pelanggaran kode etik. Kalau timsus kerjanya adalah pembuktian secara ilmiah atau scientific," katanya.

Mahfud Md mengatakan pengusutan kasus pidana dan etik bisa berjalan bersamaan. Simak halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT