Gebrakan Kapolri dalam 4 Hari di Kasus Penembakan Brigadir J

ADVERTISEMENT

Gebrakan Kapolri dalam 4 Hari di Kasus Penembakan Brigadir J

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 07 Agu 2022 12:00 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bakal memutasi sejumlah personel polisi. Mereka diduga melanggar kode etik terkait penanganan kasus tewasnya Brigadir J.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J dalam peristiwa penembakan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo kian terang. Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memutasi 25 polisi, termasuk mencopot Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam.

Di kasus ini Polri telah menetapkan Bharada Richard Elizer atau Bharada E sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. Bharada E terlibat baku tembak hingga menyebabkan Brigadir J tewas.

"Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi juga sudah dianggap untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Sigit menekankan, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, penyidikan kasus kematian Brigadir J akan dilakukan secara transparan. Setelah penetapan tersangka, Listyo juga membuat gebrakan lain dalam pengusutan kasus tewasnya Brigadir. Berikut rangkumannya.

Tersangka Bharada E

Polri menegaskan Bharada E jadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J adalah bagian dari komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pengusutan kasus ini. Polri menegaskan kasus tersebut diungkap terang benderang.

"Ini menunjukkan komitmen Bapak Kapolri untuk mengungkap secara terang-benderang terkait kasus tersebut," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/8).

Dedi mengatakan Tim Khusus memiliki inspektorat khusus (Irsus). Hingga kini Irsus masih melakukan pemeriksaan kepada pihak yang terkait dalam kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo .

"Irsus ini melakukan pemeriksaan terhadap siapa saja yang terkait menyangkut masalah peristiwa yang ada di TKP Duren Tiga," kata dia.

Dedi juga menegaskan penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman. Dia meminta semua pihak bersabar terhadap penyelidikan kasus ini.

"Ini masih berproses Irsus ini, melakukan pemeriksaan-periksaan, kemudian melakukan pendalaman-pendalaman dan juga nanti nanti hasilnya akan disampaikan kepada teman-teman media," kata Dedi.

Simak Video 'Dugaan Ambil CCTV Buat Irjen Sambo Dibawa ke Mako Brimob':

[Gambas:Video 20detik]


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT