Perkembangan Terbaru 2 Jalur Pengusutan Kasus Brigadir Yoshua

ADVERTISEMENT

Perkembangan Terbaru 2 Jalur Pengusutan Kasus Brigadir Yoshua

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 07 Agu 2022 12:40 WIB
Brigadir J dan Ferdy Sambo
Brigadir J dan Ferdy Sambo (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J ditangani dengan dua jalur hukum. Di samping mengusut proses pidananya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga mengusut dugaan pelanggaran etik di balik peristiwa penembakan Brigadir J itu.

Jalur Pidana

Diketahui Kapolri telah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus pidana tewasnya Brigadir J. Tim ini melibatkan pihak eksternal seperti Komnas HAM, Kompolnas, hingga LPSK.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tersangka Bharada E yang dijerat dengan Pasal 338 juncto (Pasal) 55 dan 56 KUHP. Bharada E yang dijerat pasal pembunuhan itu kini telah ditahan.

"Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (3/4) malam.

Andi mengatakan penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik timsus Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dan penyidikan. Sejauh ini Polri telah memeriksa 42 saksi. Polisi telah menyita sejumlah alat bukti, mulai CCTV hingga alat komunikasi.

Dia menekankan pemeriksaan terhadap kasus dugaan pembunuhan Brigadir J terus berlanjut. Berikut jalur pengusutan kasus kematian Brigadir J:

Pada Sabtu (6/8) kemarin, tim pengacara Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Andreas Nahot Silitonga, mengundurkan diri menjadi kuasa hukumnya. Andreas tidak membuka ke publik alasan timnya mundur menjadi tim kuasa hukum Bharada E, tetapi menurutnya alasan pengunduran dirinya telah disampaikan ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Kini Bharada E telah memiliki pengacara baru, yakni Deolipa Yumara. Deolipa mengatakan ia ditunjuk langsung oleh Bareskrim Polri untuk menjadi kuasa hukum Bharada E.

Deolipa mengaku telah bertemu langsung dengan Bharada E. Bharada E disebut siap menjadi justice collaborator (JC) agar kasus menjadi terang benderang.

"Jadi kami adalah kuasa hukum baru karena kuasa hukum yang sebelumnya itu Bapak Andreas sudah mengajukan surat pengunduran diri yang disampaikan ke Bareskrim Mabes Polri dan sudah diterima," kata kuasa hukum Bharada E yang baru, Deolipa Yumara, di gedung Bareskrim Polri, Sabtu (7/8).

Deolipa mengatakan kondisi Bharada E saat ini dalam kondisi sehat dan sudah tidak tertekan.

Simak halaman selanjutnya terkait perkembangan pengusutan jalur etik kasus Brigadir J.

Saksikan Video 'Dugaan Ambil CCTV Buat Irjen Sambo Dibawa ke Mako Brimob':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT