ADVERTISEMENT

Serangan Balik ke Fahri Hamzah yang Tuding KIB Ganggu Kabinet Jokowi

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 31 Jul 2022 20:17 WIB
Menteri Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi turut hadir di Silahturahmi Nasional Koalisi Indonesia Bersatu. Luhut dan Budi Arie duduk sejajar dengan para ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Bersatu.
(Foto: Annisa/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah kembali melempar serangan ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dianggapnya telah menipu rakyat dan mengganggu kinerja kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pernyataannya itu lantas memancing serangan balik dari parpol-parpol KIB, yakni Golkar, PAN dan PPP.

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily merespons pernyataan Fahri. Ace menilai analisis Fahri dangkal atas pernyataannya itu.

Ace mulanya menyoroti pernyataan Fahri soal menteri-menteri yang juga menjabat sebagai pimpinan parpol di KIB. Ace memastikan 3 ketum parpol KIB memiliki tanggung jawab untuk mensukseskan pemerintahan Presiden Jokowi.

"Dia harusnya tahu bahwa ketua umum partai politik yang tergabung dalam KIB ini semua sebagai pembantu Presiden. Pak Airlangga, Ketum Golkar, merupakan Menko Perekonomian. Pak Zulhas, Ketum PAN, juga baru diangkat menjadi Menteri Perdagangan. Pak Suharso, Ketum PPP, Menteri Bappenas RI," kata Ace kepada wartawan, Minggu (31/7/2022).

"Kita memiliki tanggungjawab untuk mensukseskan pemerintahan Presiden Jokowi karena kami merupakan bagian dari pemerintahan ini. Karena itu, kami pasti akan bersungguh-sungguh menjaga kinerja pemerintahan agar sesuai dengan harapan Presiden dan rakyat Indonesia," lanjut dia.

Ace meminta Fahri agar tak banyak bicara soal KIB. Lantaran menurutnya Fahri tak banyak tahu soal perkembangan yang terjadi di KIB.

"Fahri Hamzah ini seharusnya nggak usah banyak bicara soal Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) karena dia tidak tahu sama sekali soal koalisi ini dan perkembangannya," tutur dia.

Ace menilai pernyataan Fahri memperlihatkan analisis yang dangkal. Dia pun meminta Fahri fokus mengurus partainya agar lolos ke parlemen dalam Pemilu 2024.

"Jadi pernyataan Fahri Hamzah ini jelas analisanya dangkal. Lebih baik dia urus partainya supaya lolos dalam Pemilu 2024 nanti," katanya.

Demikian pula dari PAN. Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menilai pernyataan Fahri keliru. Dia menjelaskan pihaknya berkoalisi lebih dini agar lebih terbuka kepada masyarakat.

"Apa yang disampaikan Bang Fahri ya keliru, ya, karena kami insyaAllah tidak pernah menipu rakyat gitu, lo. KIB dibentuk dalam rangka mempersiapkan kontestasi 2024 lebih awal dan tentu justru membuat kami lebih terbuka kepada rakyat, tidak main di last minute. Jadi kalau dari awal masyarakat lebih tahu kalau PAN, Golkar, PPP itu berkoalisi dan prosesnya panjang dan bisa saling memperkuat satu sama lain termasuk lebih serius dalam menyiapkan pasangan calon yang akan diusung di 2024," kata Yandri saat dihubungi, Minggu (31/7/2022).

Yandri menerangkan saat ini belum memasuki tahapan proses pendaftaran pasangan capres dan cawapres yang diusung koalisi partai. Meskipun begitu, Yandri mengatakan pihaknya telah sepakat berkoalisi untuk mematangkan kerja sama politik.

Yandri lantas menyinggung Gelora yang belum berkoalisi. Sambil berkelakar, dia mengatakan bakal mengajak Gelora bergabung KIB.

"Nah memang sekarang belum proses pendaftaran ke KPU. Jadi Bang Fahri keliru juga. Sekarang belum tahapan itu gitu, lo. Kan ada tahapan nanti pasangan capres dan cawapres itu di pertengahan 2023, tapi proses untuk saling memahami kemudian membangun koallisi itu penting dari awal," kata Yandri.

"Itu mungkin karena Gelora belum diajak, nanti insyaAllah kami ajaklah Gelora," lanjutnya.

Lebih lanjut, Yandri menuturkan reshuffle kabinet tidak ada kaitan dengan KIB. Dia menegaskan reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan hak presiden.

"Kemudian dikaitkan dengan reshuffle, nggak juga ya, karena Bang Fahri tahu juga itu hak prerogatif presiden. Tidak ada kaitan dengan yang lain-lain. Jadi itu kebutuhan presiden mengganti dan memindahkan posisi menteri dari posisi awal ke yang lain, itu biasa. Sebelum ada KIB juga sudah sering ada reshuffle. Jadi keliru kalau seolah-olah reshuffle itu karena ada KIB," kata Wakil Ketua MPR itu.

Selain itu, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani pun menyentil balik Fahri. Arsul mengatakan sedang berfantasi soal tudingan itu.

Menurut Arsul, pihak yang paling mengetahui soal keberadaan KIB mengganggu kinerja kabinet yaitu Jokowi dan kabinet secara keseluruhan. Arsul lantas menganggap komentar Fahri seperti orang yang sedang berfantasi.

"Bang Fahri Hamzah sedang berfantasi itu. Lha, Pak Jokowinya saja tidak berkesimpulan seperti itu. Yang paling tahu apakah sikap politik 3 ketum parpol itu mengganggu kinerja mereka sebagai menteri atau tidak itu ya Presiden atau kabinet secara keseluruhan," kata Arsul kepada wartawan, Minggu (31/7/2022).

"Kalau yang bersuara adalah mereka yang di luar pemerintahan maka suara mereka tak ubahnya seperti orang yang sedang berfantasi, membuat karangan," lanjutnya.

Simak pernyataan dan argumentasi di balik serangan Fahri di halaman berikut.

Simak Video: Fahri Hamzah Nilai KIB Ganggu Kinerja Kabinet Jokowi

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT