ADVERTISEMENT

Golkar Sentil Fahri soal Tudingan KIB Ganggu Kabinet: Analisis Dangkal

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 31 Jul 2022 15:05 WIB
Ace Hasan Syadzily
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Fahri Hamzah kembali melempar serangan ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dianggapnya mengganggu kinerja kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menilai analisis Fahri dangkal atas pernyataannya itu.

Ace mulanya menyoroti pernyataan Fahri soal menteri-menteri yang juga menjabat sebagai pimpinan parpol di KIB. Ace memastikan 3 ketum parpol KIB memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan pemerintahan Presiden Jokowi.

"Dia harusnya tahu bahwa ketua umum partai politik yang tergabung dalam KIB ini semua sebagai pembantu Presiden. Pak Airlangga, Ketum Golkar, merupakan Menko Perekonomian. Pak Zulhas, Ketum PAN, juga baru diangkat menjadi Menteri Perdagangan. Pak Suharso, Ketum PPP, Menteri Bappenas RI," kata Ace kepada wartawan, Minggu (31/7/2022).

"Kita memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan pemerintahan Presiden Jokowi karena kami merupakan bagian dari pemerintahan ini. Karena itu, kami pasti akan bersungguh-sungguh menjaga kinerja pemerintahan agar sesuai dengan harapan Presiden dan rakyat Indonesia," lanjut dia.

Ace menekankan KIB berkomitmen untuk mengawal pemerintahan Presiden Jokowi hingga akhir masa jabatan pada 2024 mendatang. Menurutnya, KIB turut bertaruh terhadap kesuksesan pemerintahan Presiden Jokowi.

"Yang harus diketahui oleh Fahri, KIB ini berkomitmen untuk mengawal pemerintahan Presiden Jokowi hingga 2024 dan tentu legacy pemerintahan Jokowi," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

"Tidak mungkin kami tidak bekerja secara profesional untuk kesuksesan pemerintahan presiden karena ini menyangkut pertaruhan kami yang ada di dalamnya," imbuhnya.

Ace lantas meminta Fahri tak banyak bicara soal KIB. Sebab, menurutnya, Fahri tak banyak tahu soal perkembangan yang terjadi di KIB.

"Fahri Hamzah ini seharusnya nggak usah banyak bicara soal Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) karena dia tidak tahu sama sekali soal koalisi ini dan perkembangannya," tutur Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu.

Ace menilai pernyataan Fahri memperlihatkan analisis yang dangkal. Dia pun meminta Fahri berfokus mengurus partainya agar lolos ke parlemen dalam Pemilu 2024.

"Jadi pernyataan Fahri Hamzah ini jelas analisanya dangkal. Lebih baik dia urus partainya supaya lolos dalam Pemilu 2024 nanti," katanya.

Sebelumnya, Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah menganggap KIB telah menipu rakyat dan tidak berguna. Dia mengatakan KIB juga mengganggu kinerja kabinet Presiden Jokowi.

Fahri Hamzah awalnya mengatakan KIB itu harus terang-terangan soal pembentukannya kepada publik. Menurutnya, PAN, PPP, atau Golkar masih mempersiapkan satu nama capres yang sebenarnya.

"Harus ada kejujuran kita untuk mengakui kita ini lagi ngapain sebenarnya, supaya publik juga tidak tertipu bahwa koalisi tidak ada gunanya sampai dia didaftarkan di KPU. Jadi kalau dia tidak didaftarkan di KPU, itu artinya masih bohong," kata Fahri dalam diskusi Total Politik di Jakarta Selatan, Sabtu (30/7).

Selanjutnya, Fahri beranggapan pembentukan KIB ini berkaitan dengan kocok ulang atau reshuffle kabinet Jokowi waktu lalu. Fahri menganggap KIB mengganggu kinerja kabinet Jokowi.

"Karena ini ada kaitannya dengan reshuffle dan dengan pembentukan aliansi pasca-Jokowi, menurut saya itu menggangu kinerja kabinet pak Jokowi," tambahnya.

Dia juga menyoal menteri-menteri yang kerap sibuk berpolitik. Padahal, menurutnya, Jokowi membutuhkan dukungan yang lebih produktif untuk mengurus masalah-masalah bangsa.

"Masa menterinya sibuk berpolitik mereka jadi pimpinan parpol, padahal Presiden memerlukan dukungan yang lebih positif produktif, profesional untuk menghadapi krisis-krisis yang sekarang menghadang," katanya.

"Jadi menurut saya meski kita mulai mengakhiri pencampuran kerja politik dengan kerja profesional kabinet, karena ini adalah sistem presidensial semua anggota kabinet sepenuhnya hak prerogatif presiden mesti kita kembalikan hak itu ke presiden," tambahnya.

(fca/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT