PAN Jawab Tudingan 'KIB Bohongan': Fahri Hamzah Puyeng!

ADVERTISEMENT

PAN Jawab Tudingan 'KIB Bohongan': Fahri Hamzah Puyeng!

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 10:46 WIB
Viva Yoga Mauladi
Viva Yoga Mauladi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

PAN menanggapi Waketum Gelora Fahri Hamzah yang menyebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) hanyalah bohong-bohongan. PAN menyarankan Fahri Hamzah fokus mengurus Partai Gelora agar segera bisa lolos ke DPR.

"Saran saya ke Mas Fahri agar fokus mengurusi partainya saja. Kan partai baru, butuh perjuangan keras untuk lolos ke Senayan. Fokus bekerja, jangan fokus bicara," kata Waketum PAN Viva Yoga Mauladi, Kamis (28/7/2022).

Viva menyebut Fahri kerap bersikap di luar batas (off-side) dengan mengurusi rumah tangga parpol lain. Viva menyinggung posisi Partai Gelora dan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4% pada Pemilu mendatang.

"Mas Fahri Hamzah, setelah keluar dari PKS dan masuk ke partai baru, Gelora, sering bersikap off-side politik. Gayanya sudah seperti pengamat politik yang menilai rumah tangga partai politik lain," kata Viva.

"Padahal kami tidak pernah menilai partai baru Gelora. Hanya mendoakan saja agar dalam verifikasi administrasi dan faktual oleh KPU RI dapat lolos sebagai peserta pemilu dan dalam pemilu dapat lolos parliamentary threshold 4% agar ada kursi DPR RI di Senayan. Hal itu tentu bukan pekerjaan ringan," imbuhnya.

Viva kemudian membalas Fahri yang menyebut KIB bohong-bohongan lantaran prosedur pencapresannya dinilai membingungkan. Viva menegaskan parpol di KIB saling menguatkan agar bisa lolos ambang batas mencalonkan presiden atau presidential threshold sebesar 20%.

"Soal KIB, kami ini, PAN, Golkar, PPP, saling menguatkan di pilpres 2024. Saat ini hanya ada dua poros yang dapat mengusung pasangan calon presiden/wapres, sesuai persyaratan di pasal 222 Undang-undang Nomor 7 tentang Pemilu dalam kaitannya dengan presidential threshold 20%, yakni KIB dan PDI Perjuangan. Sedangkan partai politik lain masih belum konkret membentuk koalisi partai," katanya.

Viva mengatakan KIB akan memutuskan paslon untuk Pilpres 2024 secara musyawarah mufakat dan aklamasi. Soal dana pencapresan, Viva mengklaim KIB sudah punya dana mandiri.

"Kalau partai di KIB kan sudah memiliki kursi legislatif dari pusat, provinsi, sampai kabupaten/kota. Jadi soal dana partai kami sudah ada dan mandiri, yang berasal dari kewajiban kontribusi anggota Dewan seluruh Indonesia dan dari bantuan pemerintah atau subsidi kepada partai politik yang lolos ke Senayan," kata Viva.

Viva menyentil balik Fahri soal ongkos parpol ikut pemilu. "Mungkin Mas Fahri lagi puyeng, bingung, dan pusing mengongkosi partai barunya, agar lolos sebagai peserta pemilu dan lolos parliamentary threshold 4%, karena tidak mempunyai anggota Dewan dan tidak ada bantuan pemerintah. Sehingga bicaranya tidak terkontrol soal ongkos politik partai di pemilu, he-he-he...," ujarnya.

Fahri Hamzah Sebut KIB Bohongan

Sebelumnya, Fahri Hamzah menanggapi terbentuknya KIB. Ia menyebut KIB hanya bohong-bohongan. Pernyataan Fahri itu diucapkan dalam acara Adu Perspektif yang disiarkan oleh detikcom berkolaborasi dengan Total Politik, Rabu (27/7/2022). Mulanya, Fahri Hamzah mengkritik prosedur pencalonan presiden yang membingungkan.

"Nggak ada prosedur pencalonannya, tidak ada, ini membingungkan, membuat kita itu menunggu last minute," ujar Fahri Hamzah.

"Dan last minute, itu sekali lagi, itu tentang deal siapa yang bisa ngongkosi. Sebab, dua saja pikirannya partai politik, siapa yang paling populer dan elektabilitas tertinggi dan siapa yang bisa bayar," lanjut Fahri.

Menurut Fahri, keduanya hanya bisa ditentukan di detik-detik terakhir pencalonan. Kemudian Fahri menyinggung Koalisi Indonesia Bersatu, yang sudah jauh-jauh hari terbentuk.

"Itu (deal soal pencalonan) hanya bisa dipertemukan di ujung (last minute). Sebab, mereka bergantung pada elektabilitas (bacapres) di ujung dan kemampuan bayar di ujung," kata Fahri Hamzah.

"Kayak KIB ini nggak mungkin dong?" ujar host Adu Perspektif, Arie Putra.

"Nggak ada, ini bohong-bohongan, ini last minute, semua percaya saya," jelas Fahri.

(fca/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT