Penyekap di Jakpus Pakai Duit Pengusaha Rp 1,1 M buat Beli Emas-Narkoba

ADVERTISEMENT

Penyekap di Jakpus Pakai Duit Pengusaha Rp 1,1 M buat Beli Emas-Narkoba

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 20 Jul 2022 15:09 WIB
Polisi menangkap 4 pelaku penyekapan pengusaha suvenir di Jakarta Pusat.
Polisi menangkap 4 pelaku penyekapan pengusaha suvenir di Jakarta Pusat. (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap komplotan pelaku penyekapan dan perampokan pengusaha suvenir di apartemen Menteng, Jakarta Pusat. Duit Rp 1,1 miliar milik korban digunakan para pelaku untuk membeli emas hingga narkoba.

"Iya (dibelikan), tentunya narkoba itu yang paling utama bagi mereka kan, yang digunakan untuk membeli narkoba," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Gunaro, saat konferensi pers di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2022).

Pare pelaku juga mempergunakan uang hasil kejahatan untuk membeli barang-barang. Empat pelaku yang ditangkap adalah AL (32), JR (38), ZS (30), dan FO (32).

"Kemudian dari beberapa orang ini juga ada yang beli emas, ada yang beli handphone seperti itu," sambungnya.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (3/7) sekitar pukul 00.10 WIB. Para pelaku berpura-pura hendak membeli suvenir dari korban.

Korban diajak bertemu di apartemen di Menteng, Jakarta Pusat. Namun kemudian, saat tiba di apartemen, korban berinisial AD justru disekap dan dirampok oleh para pelaku.

"Jadi dilakukan pertemuan pada saat itu, (korban) kemudian diajak masuk ke unitnya, di mana sebelumnya pelaku ini sudah mempersiapkan dengan para teman-temannya tadi itu. Ketika korban masuk ke dalam unit apartemen tersebut dilakukan penyekapan langsung, ditutup mukanya, dipukulin bahkan ditodong pakai senjata tajam," kata Gunarto.

Gunarto mengatakan pelaku mengambil ATM, HP, dan kartu kredit korban. Kemudian pelaku menguras uang ATM korban kurang lebih Rp 1,1 miliar.

"Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian di mana, selama proses dilakukan penyekapan tadi itu, ATM ataupun kartu kredit dari pada korban itu sudah di kuras, kurang lebih Rp 1,1 miliar," katanya.

Selain itu, korban mengalami sejumlah luka memar akibat pukulan para pelaku. Gunarto mengatakan saat ini kasus tersebut dalam penyelidikan lebih lanjut.

"Jadi luka memar di belakang, terus berbagai luka bekas barang tumpul, membiru, yang jelas secara psikis korban saat ini masih dirawat intensif," katanya.

Simak juga 'Detik-detik Rampok Sekap Karyawan Disdik Kabupaten Tasikmalaya':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT