Jaksa Kembalikan Berkas SPDP Kasus Penyekapan Pengusaha ke Polres Depok

ADVERTISEMENT

Jaksa Kembalikan Berkas SPDP Kasus Penyekapan Pengusaha ke Polres Depok

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 13:43 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Negeri Depok telah mengembalikan berkas surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus penyekapan pengusaha Handiyana Sihombing ke Polres Metro Depok. Pengembalian itu dikarenakan penyidik Polres Metro Depok tak kunjung mengirimkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Depok.

"Dalam kasus yang dimaksud, kami telah mengembalikan SPDP dengan nama tersangka Muis dan kawan-kawan yang disangka melanggar Pasal 333 KUHP pada tanggal 21 Desember 2021," kata Kasi Intel Kejari Depok Andi Rio Rahmatu, Jumat (24/12/2021).

Sejak penerbitan P-17 yang kedua dari Kejaksaan Negeri Depok ke Polres Metro Depok, berkas perkara dari tak kunjung dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Depok. Oleh karena itu, SPDP dikembalikan ke Polres Metro Depok.

"Alasan pengembalian dalam hal ini berdasarkan SOP yang berlaku kami bahwa sejak penerbitan P17 kami yang kedua itu ada tenggat selama 30 hari," kata Andi Rio, Jumat (24/12/2021).

"Karena dalam tenggat 30 hari ini berkas perkara tidak kunjung datang ke kami sebagai untuk menelitinya, maka SPDP yang telah dikirimkan itu kami kembalikan ke pihak Polres," sambungnya.

Andi Rio mengatakan, jika penyidik Polres Metro Depok ingin mengungkap lagi kasus penyekapan ini, penyidik harus mengirimkan lagi SPDP baru ke Kejaksaan Negeri Depok. Andi menegaskan kasus ini masih terus berlanjut sepanjang ada penerbitan SPDP yang baru dari penyidik Polres Metro Depok.

"Dalam hal penyidikan masih berlanjut dan penyidikan ini selesai, pihak Polres itu jika ingin mengungkap lagi, akan mengirim kembali SPDP yang baru," ujar Andi Rio.

"Jadi bukan berarti kasus ini dihentikan. Akan tetapi kasus ini tetap masih berlanjut sepanjang ada penerbitan SPDP yang baru," tambahnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Depok AKBP Yogen Heroes Baruno mengungkap alasan pihaknya belum juga mengirimkan berkas perkara tersebut. Yogen mengatakan penyidik masih butuh alat bukti lain untuk melengkapi pemberkasan.

"Intinya, hasil gelar perkara di Biro Wasidik (Pengawas Penyidik) Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya, bahwa penyidik Metro Depok harus memperkuat alat bukti CCTV yang bisa menjelaskan apakah betul kamar itu dijaga 24 jam," ujar Yogen saat dihubungi detikcom, Kamis (16/12/2021).

Selain itu, Yogen mengungkap kesulitan untuk memeriksa saksi dari instansi lain yang diduga terlibat dalam penyekapan pengusaha tersebut.

"Ditambah kita harus memeriksa anggota TNI yang terlibat. Ini yang masih sulit," jelas Yogen.

Saat ditanya apakah polisi punya target kapan akan menyerahkan berkas perkara, Yogen menjawab "Masih didiskusikan."

(yld/mei)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT