Kembangan Utara Banjir Setahun 4 Kali, Turap Kali Angke Hulu Dinanti

ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Kembangan Utara Banjir Setahun 4 Kali, Turap Kali Angke Hulu Dinanti

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 19 Jul 2022 10:59 WIB
Banjir di Kembangan Utara (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Banjir di Kembangan Utara (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Hujan deras mengguyur Jakarta pada Sabtu (16/7) membuat sebagian wilayah DKI, khususnya Kembangan Utara, Jakarta Barat, banjir. Disebut, selama tahun ini saja, sudah empat kali kawasan tersebut banjir gegara Kali Angke Hulu belum diturap.

Pada Minggu (17/4) pagi, pantauan detikcom di RT 7/11, Jalan Kembangan Utara, Jakarta Barat, tinggi air sekitar 50 cm. Kondisi itu disebut telah surut dibanding hari sebelumnya.

Warga di permukiman padat penduduk di Jakarta Barat tersebut mengeluh karena wilayahnya sering banjir. Warga mengaku tahun ini sudah empat kali mengalami banjir.

"Bukan setahun, sebulan, empat kali: puasa, takbiran, habis Lebaran, banjir. Capek pikiran, capek tenaga," kata salah satu warga, Sum (51), di rumahnya di RT 7 RW 1 Kembangan Utara, Jakarta Barat, Minggu (17/7/2022).

Sum mengeluh, tinggi banjir sempat lebih dari 1 meter pada Sabtu (16/7) pukul 00.30 WIB. "00.30 WIB, Sabtu, pagi ini abis Subuh-lah baru surut, air datang semeter lebih," ujar Sum.

Sum dan keluarga sempat mengungsi karena banjir yang tinggi. Mereka mengungsi ke musala tak jauh dari rumahnya.

"Saya ngungsi ke musala, saya kepenginnya tidak banjir terus, itu katanya pinggir itu kali dibuka, minta ditutup biar tidak banjir melulu," katanya.

Warga lain, Kamaludin, berharap pemerintah segera menangani banjir di wilayah Kembangan Utara ini. Kamaludin mengatakan banjir di lingkungannya ini sudah terjadi empat kali dalam tahun ini.

"Harapan saya cepat ditangani. Ini kan yang sengsara masyarakat juga. Yang namanya tiap tahun banjir kan sampai tiga kali. Kalau cuma sekali setahun tidak apa-apa, sampai 3-4 kali setahun," ungkapnya.

Kali Angke Hulu Belum Diturap

Camat Kembangan Joko Sukarno mengungkap penyebab banjir terjadi di wilayahnya. Joko menyebut pagi tadi tinggi air di Kembangan Utara masih 40 cm. Joko mengatakan penyebab banjir adalah turap Kali Angke Hulu belum ditutup sebanyak 26 meter.

"Jadi ini lokasi di RT 7 RW 1 Kelurahan Kembangan Utara, jadi dilihat dari pemantauan tinggi air pagi tadi kurang lebih 40 cm. Ini dampak dari belum ter-sheet pile-nya kurang lebih 26 meter ya dari Angke Hulu," jelas Joko.

Joko menyebut di wilayahnya setidaknya ada tiga kelurahan yang terdampak banjir. Kelurahan itu adalah Kembangan Utara, Kembangan Selatan, dan Joglo.

"Kalau Kecamatan Kembangan ada 3 kelurahan, Kelurahan Joglo di RW 6 di RW 1, Kelurahan Kembangan Selatan, kemarin masih ada 30 cm ketinggian air, hari ini di Kembangan Utara RW 1," ujar Joko.

Joko mengatakan pihaknya sudah mengusulkan untuk pemasangan turap di Kali Angke Hulu. Dia berharap dinas terkait segera mengatasinya.

"Rencananya tahun ini sih dari Dinas Tata Air sudah usulkan, mudah-mudahan ada follow up lebih bagus lebih cepat, karena biar tidak banjir lagi di RW 1 (Kembangan)," ujar Joko.

(aik/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT