Ketum IMM Apresiasi Kapolri Libatkan Komnas HAM di Kasus Brigadir J

ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

Ketum IMM Apresiasi Kapolri Libatkan Komnas HAM di Kasus Brigadir J

Zunita Putri - detikNews
Sabtu, 16 Jul 2022 14:55 WIB
Konferensi pers tim khusus bentukan Kapolri
Tim khusus yang dibentuk Kapolri menggelar jumpa pers, terdiri atas Polri, Kompolnas, dan Komnas HAM. (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) mengapresiasi langkah Polri bergerak cepat menanggapi reaksi masyarakat terkait kasus polisi tembak polisi dengan membentuk tim khusus. IMM meminta tim khusus nantinya juga bekerja cepat.

"Bagi saya, tentu dengan terbentuknya tim pencari fakta secara cepat yang diinisiasi oleh Bapak Kapolri, merupakan bentuk komitmen dan kerja cepat institusi Polri dalam menuntaskan kasus internalnya yang sedang terjadi. Saya mengapresiasi reaksi cepat dari Polri tersebut," ujar Ketum DPP IMM Abdul Musawir Yahya kepada wartawan, Jumat (15/7/2022).

IMM berharap tim khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bekerja profesional dan cepat. IMM meminta tim khusus juga menjawab seluruh pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat terkait kasus ini.

"Harapan kami tentunya, pertama, tim pencari fakta harus independen, profesional, terbuka, dan cepat tanggap," katanya.

"Kedua, kami berharap kasus ini segera terungkap dengan cepat, transparan, dan keterbukaan informasi ke publik juga sangat dinanti. Terutama dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan sumbang publik terhadap kejadian tersebut," imbuhnya.

IMM juga setuju dengan pendapat Jenderal Sigit tentang keterlibatan pihak eksternal dalam pengusutan kasus ini. Menurutnya, penanganan kasus akan objektif.

"Menurut saya, jika semua pihak, baik eksternal maupun internal, satu napas, dalam arti kata sama-sama ingin menyelesaikan kasus ini dengan terang, maka agaknya pasti akan dengan cepat kasus ini terungkap. Saya sangat setuju dengan pelibatan lembaga eksternal dalam penyelesaian kasus ini," jelasnya.

Diketahui, insiden baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E terjadi di rumah singgah milik Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Baku tembak disebut bermula dari Brigadir J dipergoki melakukan pelecehan terhadap istri Kadiv Propam.

Akibat peristiwa baku tembak itu, Brigadir J meninggal dunia. Jenazah Brigadir J juga sudah dibawa ke keluarga dan dimakamkan.

Kapolri Bentuk Tim Khusus

Karena itu, Jenderal Listyo Sigit membentuk tim khusus. Tim ini untuk menyelidiki kasus penembakan Brigadir J yang dinilai janggal.

Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto menjadi ketua tim khusus ini, sedangkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono sebagai penanggung jawab tim. Bagian eksternal lain yang termasuk pada tim khusus itu adalah Komnas HAM yang diwakili oleh M Choirul Anam dan komisioner Kompolnas Irjen Purn Benny Mamoto.

Kasus Brigadir J Disorot

Kasus penembakan Brigadir J ini ramai karena dinilai janggal oleh sejumlah pihak, termasuk keluarga Brigadir J. Menko Polhukam Mahfud Md juga menilai ada 'kejanggalan' dalam kasus ini.

"Dalam proses penanganan sangat janggal kan, kenapa tiga hari baru diumumkan, itu satu proses penanganan. Kalau alasannya tiga hari karena hari libur, lah apakah hari libur masalah pidana itu boleh ditutup-tutupi begitu. Sejak dulu nggak ada, baru sekarang orang beralasan hari Jumat libur, Hari Raya, lalu diumumkan Senin. Itu kan janggal bagi masyarakat. Yang masuk ke saya kan begitu semua sebagai Menko Polhukam," kata Mahfud dalam wawancara khusus dengan CNNIndonesia TV, Kamis (14/7).

Mahfud mengaku banyak mendapatkan pertanyaan mengenai kejanggalan pertama itu. Kasus polisi tembak polisi ini, bagi Mahfud adalah masalah yang serius.

"Apa janggalnya? 'Ini Pak, apakah libur tidak boleh melakukan penyelesaian tindak pidana, mengumumkan?' ini kan masalah serius," katanya.

Simak Video 'Jejak Kasus Polisi Tembak Polisi di Rumah Kadiv Propam':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT