ADVERTISEMENT

Dewas KPK: Kami Juga Kecewa Lili Pintauli Mundur!

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 18:31 WIB
Lili Pintauli Siregar
Lili Pintauli Siregar (Foto: dok. KPK)
Jakarta -

Rupanya Dewan Pengawas (Dewas) KPK kecewa atas mundurnya Lili Pintauli Siregar sebagai Wakil Ketua KPK sebelum diadili etik. Kenapa?

"Ini kami serius, bukan nggak serius. Kalian bilang ada lagi kudengar kami apa katanya... mengatur supaya dia mengundurkan diri, apa lagi itu? Kita juga kecewa dia mengundurkan diri," ucap Ketua Dewas KPK Tumpak H Panggabean kepada detikcom, Kamis (14/7/2022).

Sebelumnya, memang banyak pihak, terutama dari kalangan aktivis antikorupsi, yang menilai Dewas KPK kurang 'menggigit' untuk urusan etik Lili Pintauli. Mantan Wakil Ketua KPK itu mengundurkan diri sehingga membuat persidangan etik untuknya digugurkan Dewas KPK.

"Jangan samakan kami ini dengan penyidik. Kalau penyidik dalam kasus ini, sebentar kasih sama aku seminggu selesai karena aku bisa menyita, aku bisa menggeledah, apalagi buka pembukuan," kata Tumpak.

Sidang etik untuk Lili sejatinya digelar pada 11 Juli 2022. Namun, di awal sidang, Lili menunjukkan surat pengunduran dirinya yang telah disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Atas dasar itu, Tumpak, yang menjadi ketua majelis sidang etik, menilai Lili tidak bisa diadili. Alasannya, status Lili yang bukan insan KPK lagi tak bisa diadili secara etik.

"Kalaupun sidang, maksimal hukumannya apa nanti? Mengundurkan diri juga? Dia sudah mengundurkan diri juga. Jadi, itu pertimbangan juga. Tapi yang jelas, kalau memang orangnya tidak ada lagi, bukan insan KPK lagi, tentunya tidak bisa dipertanggungjawabkan lagilah," ucap Tumpak pada 11 Juli 2022 saat memberikan alasan tentang gugurnya sidang etik untuk Lili.

Namun alasan ini memantik sindiran banyak pihak, terutama dari orang-orang yang pernah berada di KPK maupun para aktivis antikorupsi. Mereka menilai Dewas cuci tangan dari perkara ini.

Salah satunya muncul dari Febri Diansyah. Mantan juru bicara KPK ini terang-terangan menyebut apa yang dilakukan Dewas KPK itu keliru.

"Dewas KPK Keliru, seharusnya sidang etik untuk pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar yang diduga menerima gratifikasi terkait MotoGP tetap dijalankan. Kenapa? UU KPK menugaskan Dewas KPK menyelenggarakan sidang kode etik untuk memeriksa dugaan pelanggaran kode etik," kata Febri, dikutip dari cuitannya di Twitter pribadinya, @febridiansyah, Selasa (11/7/2022).

Menurut Febri, semestinya sidang etik terhadap Lili Pintauli tetap dilakukan. Sebab, peristiwa dugaan pelanggaran etik itu terjadi saat Lili masih menjabat Wakil Ketua KPK. Dengan demikian, sidang kode etik itu sejatinya bertujuan membuktikan pelanggaran yang diduga dilakukannya sewaktu menjadi pimpinan KPK atau pegawai KPK.

"Sehingga, alasan Dewas KPK yang menyebutkan sidang etik gugur karena Lili mundur sebelum sidang jelas keliru. Karena saat dugaan pelanggaran terjadi, ia masih pimpinan KPK," ungkapnya.

Febri menilai Dewas keliru memahami konteks waktu dan status pegawai KPK saat dugaan pelanggaran etik itu terjadi. Sementara itu, jika logika Dewas tersebut digunakan, Febri menilai cara serupa dapat dilakukan pegawai KPK lainnya untuk celah menghindari sanksi pelanggaran etik.

"Jika logika Dewas ini digunakan maka setiap pelaku pelanggaran dengan mudah menghindar dengan cara mundur saat akan di sidang kode etik," tuturnya.

Dalam urusan ini Lili diduga meminta fasilitas menonton MotoGP Mandalika. Lili lantas dilaporkan ke Dewas KPK dengan dugaan etik. Pada akhirnya dugaan etik itu belum bisa dibuktikan karena sidangnya sudah lebih dulu digugurkan Dewas KPK dengan alasan Lili telah mundur dari KPK.

Simak juga video 'Ketua Komisi III Minta Dugaan Gratifikasi Tetap Diusut Meski Lili Pintauli Mundur':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT