Dihalangi Eks Istri Bertemu, Bolehkan Saya Bawa Kabur Anak?

ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Dihalangi Eks Istri Bertemu, Bolehkan Saya Bawa Kabur Anak?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Jul 2022 08:24 WIB
Family Problems. Cute Little Girl Suffering From Parents Arguing, Sitting On Floor With Teddy Bear, Feeling Abandonned And Lonely
Foto: iStock
Jakarta -

Perceraian di satu sisi menyelesaikan masalah, tapi di sisi lain juga menyisakan masalah. Salah satunya hak pengasuhan anak. Bagaimana ceritanya?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:


Pagi detik's Advocate

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih detikcom telah membuka rubrik konsultasi hukum. Jadi kami pembaca bisa menanyakan berbagai masalah sehari-hari.

Saya menikah dan memiliki 1 anak putri yang kini berusia 5 tahun. Pada awal 2022, saya sudah resmi bercerai dengan istri saya dengan putusan hak asuh anak jatuh ke mantan istri saya.

Minggu berganti bulan, saya kangen putri saya. Tapi saat mau bertemu, mantan istri tidak membolehkan dengan alasan putusan pengadilan agama menjatuhkan hak pengasuhan anak ke ibu.

Pertanyaan saya, apakah saya masih berhak bertemu anak saya? Semat terpikir membawa kabur anak saya gara-gara tidak diperbolehkan oleh mantan istri.

Demikian pertanyaan saya.

Terima kasih

Agus
Bandung

JAWABAN:

Terima kasih atas pertanyaannya
Semoga masalah Anda dan mantan istri Anda cepat selesai.

Pengasuhan Anak Selepas Perceraian di Mata Hukum

Menurut Pasal 41 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, perceraian memiliki akibat hukum terhadap anak. Baik ibu maupun ayah tetap berkewajiban memelihara, mendidiknya berdasarkan kepentingan anak, serta tetap bertanggung jawab atas biaya pemeliharaan dan pendidikan anak.

Hal yang harus diutamakan dalam perceraian adalah kepentingan terbaik anak. Jika terjadi perselisihan akibat hak asuh, maka pengadilan yang akan memutuskan anak akan ikut dengan siapa.

Biasanya, pengadilan akan memberikan hak asuh perwalian dan pemeliharaan kepada ibu jika anak masih di bawah umur yang menurut Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam yaitu belum berusia 12 tahun. Jika anak sudah bisa memilih, ia diperbolehkan memilih ingin diasuh oleh ayah atau ibunya.

Sedangkan pihak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan anak adalah ayah. Bila ternyata ayah tak sanggup memenuhi kewajiban tersebut, maka pengadilan akan memutuskan bahwa ibunya ikut menanggung biaya kebutuhan anak.

Tapi, hak asuh anak juga tidak tertutup kemungkinan diberikan kepada sang ayah kalau ibu tersebut memiliki kelakuan yang tidak baik, serta dianggap tidak cakap untuk menjadi seorang ibu, terutama dalam mendidik anaknya.

Simak juga Video: Sederet Kasus Perceraian di Ponorogo Berujung Pembongkaran Rumah

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT