ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Bisakah Saya Minta Mantan Pacar Balikin iPhone 13 yang Saya Beliin?

Andi Saputra - detikNews
Senin, 11 Jul 2022 09:25 WIB
Grief divorce couple holding broken heart. Unhappy relationship hurt feeling for lover. valentine concept.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/howtogoto)
Jakarta -

Dalam masa pacaran, kadang kekasih memberikan hadiah buat pasangannya. Tapi bila hubungan putus, bagaimana status hadiah barang itu?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:

Halo detik's Advocate

Saya mahasiswa di sebuah kampus di Jakarta. Awal tahun ini saya pacaran dengan mahasiswa adik tingkat saya.

Pada Februari 2022, pacar saya meminjam uang ke saya dengan alasan untuk membeli iPhone 13 Pro Max 1 Tb. Dia berjanji akan mengembalikan uangnya dalam waktu satu tahun. Karena saya percaya dengan pacar saya, akhirnya saya belikan di Hp itu.

Namun pada Juni kemarin, pacar saya memutuskan saya. Mantan pacar saya tiba-tiba menghilang dan belum melunasi sisa pinjaman uang yang buat iPhone.

Bagaimana pandangan detik's Advocate?

Terima kasih

Sean
Jakarta


JAWABAN:

Terima kasih atas pertanyaan saudara

Semoga masalah anda dengan mantan pacar anda segera bisa selesai. Kami akan mencoba menjelaskan kasus anda dalam konstruksi hukum.

Pertama, dalam hukum perdata, pemberian barang dikenal dua kategori yaitu perikatan dan hibah. Jika pemberian barang tidak didasarkan perikatan/perjanjian dan diberikan dengan cuma-cuma dengan penuh kesadaran maka itu namanya hibah. Namun hibah perlu diikat dengan perjanjian agar tidak ada penyangkalan dan terwujud kepastian hukum.

Kedua, berikut pasal-pasal yang terkait dengan hibah:

Pasal 1666 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), berbunyi:

Penghibahan adalah suatu persetujuan dengan mana seorang penghibah menyerahkan suatu barang secara cuma-cuma, tanpa dapat menariknya kembali, untuk kepentingan seseorang yang menerima penyerahan barang itu. Undang-undang hanya mengakui penghibahan penghibahan antara orang-orang yang masih hidup.

Pasal 1667 KUHPerdata:

Penghibahan hanya boleh dilakukan terhadap barang-barang yang sudah ada pada saat penghibahan itu terjadi. Jika hibah itu mencakup barang-barang yang belum ada, maka penghibahan batal sekedar mengenai barang-barang yang belum ada.

Pasal 1668 KUHPerdata:

Penghibah tidak boleh menjanjikan bahwa ia tetap berkuasa untuk menggunakan hak miliknya atas barang yang dihibahkan itu, penghibahan demikian sekedar mengenai barang itu dipandang sebagai tidak sah.

Pasal 1682 KUHPerdata:

Tiada suatu penghibahan pun kecuali termaksud dalam Pasal 1687 dapat dilakukan tanpa akta notaris, yang minut (naskah aslinya) harus disimpan pada notaris dan bila tidak dilakukan demikian maka penghibahan itu tidak sah.

Pasal 1683 KUHPerdata:

Tiada suatu penghibahan pun mengikat penghibah atau mengakibatkan sesuatu sebelum penghibahan diterima dengan kata-kata tegas oleh orang yang diberi hibah atau oleh wakilnya yang telah diberi kuasa olehnya untuk menerima hibah yang telah atau akan dihibahkannya itu. Jika penerimaan itu tidak dilakukan dengan akta hibah itu maka penerimaan itu dapat dilakukan dengan suatu akta otentik kemudian, yang naskah aslinya harus disimpan oleh Notaris asal saja hal itu terjadi waktu penghibah masih hidup; dalam hal demikian maka bagi penghibah, hibah tersebut hanya sah sejak penerimaan hibah itu diberitahukan dengan resmi kepadanya.

Pasal 1686 KUHPerdata:

Hak milik atas barang-barang yang dihibahkan meskipun diterima dengan sah, tidak beralih pada orang yang diberi hibah, sebelum diserahkan dengan cara penyerahan menurut Pasal 612, 613, 616 dan seterusnya.

Pasal 1687 KUHPerdata:

Hadiah dari tangan ke tangan berupa barang bergerak yang berwujud atau surat piutang yang akan dibayar atas tunduk, tidak memerlukan akta notaris dan adalah sah bila hadiah demikian diserahkan begitu saja kepada orang yang diberi hibah sendiri atau kepada orang lain yang menerima hibah itu untuk diteruskan kepada yang diberi hibah.

Ketiga, dari cerita Anda nampaknya pemberian barang tersebut tidak diikat dengan perjanjian (hitam di atas putih) sehingga mantan pacar anda dengan mudahnya menghilang dan tidak merasa bertanggungjawab mengembalikan.

Simak kesimpulan pada halaman berikut.

Simak juga Video: Resa Boenard Si 'Princess Bantar Gebang'

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT