ADVERTISEMENT

Mahfud Md Bicara Fenomena Pelanggaran HAM Rakyat dengan Rakyat

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 11 Jul 2022 16:08 WIB
Mahfud Md
Mahfud Md (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md berbicara soal penegakan hukum tentang hak asasi manusia (HAM) yang ada di Indonesia. Mahfud Md berbicara tentang fenomena pelanggaran HAM sesama rakyat.

Mulanya, Mahfud menyampaikan penilaiannya soal penegakan hukum HAM di Indonesia selalu menjadi sorotan negatif. Menurut dia, penilaian itu hanya ada di media sosial.

"Kalau Saudara ikuti perkembangan tentang penegakan hukum hak asasi manusia, selalu tuh pemerintah diserang, jelek, sudah disoroti PBB, PBB sudah membentuk tim akan menyelidiki pelanggaran HAM di Indonesia. Itu ternyata hanya ada di medsos," kata Mahfud Md dalam konferensi pers virtual penyampaian survei Indikator Politik Indonesia, Senin (11/7/2022).

Mahfud mengklaim PBB tidak menyoroti isu HAM tertentu terhadap pemerintah Indonesia saat dia mengunjungi Markas Dewan HAM PBB pada pertengahan Juni lalu. "Karena kemarin saya tanggal 13-14 Juni itu datang sendiri ke Markas Dewan HAM PBB, sama sekali pemerintah Indonesia itu ndak dapat sorotan apa pun, terus terang ya, dalam penegakan HAM," ujar Mahfud.

Mahfud tak menutup mata bahwa pelanggaran HAM masih ada di Tanah Air. Namun saat ini, kata dia, pola pelanggarannya telah berubah.

"Saya tidak ingin mengatakan bahwa di Indonesia tidak ada pelanggaran HAM. Itu banyak pelanggaran HAM di Indonesia tapi supaya diingat, polanya berubah. Kalau pelanggaran HAM dulu itu bersifat vertikal, dari pemerintah terhadap rakyat. Sekarang pelanggaran HAM tuh dari rakyat terhadap rakyat lain yang banyak," ujarnya.

Mahfud menerangkan kejahatan yang dilakukan secara horizontal di antara sesama rakyat itu dinamakan kejahatan atau pelanggaran HAM biasa. Sementara pelanggaran HAM yang dilakukan negara dengan ukuran tertentu dinamakan pelanggaran HAM berat.

"Nah, itu namanya kejahatan. Kalau pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah dengan ukuran tertentu namanya pelanggaran HAM berat. Kalau pelanggaran HAM biasa itu yang dilakukan oleh rakyat terhadap rakyat," ujar Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud mengungkit kasus Kolonel Priyanto yang membunuh sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dia mengatakan kasus itu merupakan pelanggaran HAM biasa.

"Tentara, misalnya, membunuh seorang, menabrak orang sedang berpacaran. Lalu mayatnya dilempar ke sungai gitu, ya, itu pelanggaran HAM tapi itu bukan pelanggaran HAM berat. Sebagaimana orang membunuh istrinya, dokter meracuni suaminya, dan sebagainya, kan banyak setiap hari. bukan pelanggaran HAM yang menjadi urusan PBB," ujar dia.

Lihat juga video 'AS Soroti Pelanggaran HAM PeduliLindungi, Mahfud Md Sindir Balik':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT