ADVERTISEMENT

Ketua Dayak Cerita Warga Kesal ke Edy Mulyadi hingga Buat Ritual Potong Babi

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 18:11 WIB
Sidang lanjutan kasus Edy Mulyadi (Zunita-detikcom)
Sidang lanjutan kasus Edy Mulyadi. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur Kota Balikpapan, Lampang Bilung, menceritakan reaksi warga setelah Edy Mulyadi bicara mengenai tempat 'jin buang anak' saat mengkritik Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Lampang menyebut warga emosi dan sempat melakukan ritual adat potong babi di tengah jalan.

"Mengapa kami tersinggung dengan kata jin buang anak? Yang seperti saya katakan masyarakat Dayak Paser yang terdiri dari beberapa suku, mereka hidup dalam beberapa kelompok punya desa kecil-kecil, di mana titik 0 itu, IKN itu tempat hutan industri, ketika saudara Edy mengatakan jin buang anak otomatis menyepelekan masyarakat kami yang ada di sekitar situ, padahal mereka sudah hidup," ujar Lampang saat bersaksi di PN Jakpus, Selasa (5/7/2022).

Lampang mengatakan warga marah saat mengetahui ucapan Edy Mulyadi. Dia mengatakan sempat ada penutupan salah satunya di Sungai Mahakam dan ada aksi protes.

"Selain penutupan Sungai Mahakam, akibat pernyataan terdakwa saat itu apa ada warga yang turun dengan sajam di Kaltim?" tanya jaksa.

Lampang kemudian menceritakan soal pemotongan babi di tengah jalan. Dia mengatakan masyarakat sempat melakukan ritual adat dan demo karena marah dengan ucapan Edy.

"Waktu orasinya dari semua masyarakat Dayak, mereka sampai ambil babi, mereka potong babi itu mengatasnamakan saudara Edy Mulyadi, itu yang membuat kami luar biasa, kalau kami biarkan tak cepat antisipasi kondisi keamanan kita, luar biasa tak akan terkontrol karena di tengah jalan di depan di Samarinda di sembelih babi itu dengan ritual adat. Ini yang buat kami cepat respons," katanya.

"Kami rasa punya tanggung jawab bagaimana membantu pemerintah meredam ini, kami luar biasa takut melihat reaksi masyarakat Dayak yang nggak akan terkontrol karena semua kita pernah melihat 2006 pernah ada kejadian. Inilah rasa tanggung jawab kami di Kaltim khususnya," imbuhnya.

Dakwaan Edy Mulyadi

Dalam sidang ini, Edy Mulyadi duduk sebagai terdakwa. Dia didakwa membuat keonaran di kalangan masyarakat.

Jaksa mengatakan Edy Mulyadi memiliki akun YouTube dan kerap mengunggah video yang berisi opini atau pendapat pribadi pada 2021 di kanal YouTube yang menimbulkan pro dan kontra. Adapun dari kanal YouTube Edy Mulyadi, jaksa menyebut ada beberapa konten yang menyiarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran.

Salah satunya konten yang berjudul 'Tolak Pemindahan Ibu Kota Negara Proyek Oligarki Merampok Uang Rakyat'. Dalam video ini, ada pernyataan Edy menyebut 'tempat jin buang anak'. Pernyataan dalam video itu dinilai membuat keonaran di kalangan masyarakat.

Simak video 'Ketua Dayak: Jangan Takut Mati Edy Mulyadi Jika Benar-benar Minta Maaf!':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT