ADVERTISEMENT

Saat Hakim 'Ceramahi' Saksi Sidang Edy Mulyadi di Kasus Jin Buang Anak

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 16:03 WIB
Sidang kasus jin buang anak Edy Mulyadi
Sidang kasus 'jin buang anak' Edy Mulyadi (Zunita Amalia/detikcom)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan Inspektur Tambang pada Ditjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Kalimantan Timur, Mei Chidayanto, sebagai saksi di sidang kasus 'jin buang anak' Edy Mulyadi. Mei sempat 'diceramahi' oleh hakim ketua Adeng AK, kenapa?

Awalnya, hakim anggota Bakri mencecar saksi terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Mei Chidayanto sebagai Inspektur Tambang di Kalimantan Timur yang mengaku selama 2 tahun tidak pernah memantau terkait lubang tambang di Kalimantan Timur. Selain itu, Mei banyak mengatakan 'tidak tahu' saat ditanya seputar tugasnya oleh hakim dan pengacara Edy Mulyadi.

"Pernahkah Saudara melaksanakan tugas ke wilayah IKN?" tanya hakim Bakri dan dijawab 'tidak pernah' oleh Mei di PN Jakpus, Selasa (28/6/2022).

"Belum pernah ada tugas melaksanakan ke sana?" tanya hakim lagi dan dijawab 'tidak' oleh Mei.

Hakim Bakri pun merasa aneh dengan kesaksian Mei. Padahal salah satu tugas seorang inspektur tambang adalah melakukan pengawasan dan inspeksi.

"Di sini (aturan Permen) tugas Saudara banyak, lo, menyusun konsep dan melakukan inspeksi, dan sebagainya," ucap hakim Bakri.

Kemudian hakim Bakri pun bertanya perihal penambang liar di Kalimantan Timur, hakim bertanya apa Mei tugasnya turut mengawasi penambang ilegal atau tidak. Mei mengatakan itu bukan tugasnya, lagi-lagi hakim merasa aneh.

"Penambang-penambang liar apa itu termasuk wilayah inspeksi Saudara?" tanya jaksa.

"Bukan," katanya.

"Lo, aneh, sih, katanya di wilayah Kalimantan, itu banyak penambang-penambang liar. Saya pernah tugas di Serwako, Bangka Belitung, yang timah, gimana? Banyak penambang liar yang ditangkap itu kan laporan terkait tugas Saudara, berarti Saudara nggak pernah ke lapangan sehingga (bilang) nggak ada, nggak tahu, itu karena Saudara nggak melaksanakan tugas dengan baik," tutur hakim Bakri.

Hakim Ketua 'Ceramahi' Saksi

Hakim ketua Adeng AK pun menceramahi saksi. Hakim menilai seharusnya Mei sebelum bersaksi itu melihat lokasi IKN agar bisa memberikan keterangan yang jelas di sidang ini.

"Ya beginilah ya oleh-oleh dari Jakarta. Saudara saksi itu diamanahi oleh pemilik negara ini. Pemilik negara ini siapa? Rakyat. Saudara eksekutif, pemerintah boleh berganti, Pak. Tetapi negara tetap milik rakyat. Jadi orang-orang yang diamanahi oleh rakyat harus amanah. Saudara itu mulia tugasnya menjaga lingkungan dengan tupoksi," kata hakim Adeng.

"Jujur saja banyak tidak tahu Saudara di sini. Oleh penyidik itu sebetulnya Saudara diharapkan banyak tahu untuk meng-counter atau membuktikan omongannya terdakwa, kan gitu. Makanya disediakan dulu nih ada omongan terdakwa gini, gini, gini. Itu pun Saudara tidak banyak tahu ya? Nah penyidik itu pasti berharap bila perlu Saudara ke lapangan dulu sesuai tupoksinya. Jadi di dalam BAP itu jelas. Amanat itu diterima dari rakyat, jaga amanat itu, Pak," imbuh hakim.

Lihat juga video 'Alasan Saksi Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi: Hindari Hukum Adat':

[Gambas:Video 20detik]



Simak respons Edy Mulyadi pada halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT