ADVERTISEMENT

Claudio Martinez Sempat Pingsan Usai Dikeroyok Pelayan Bar, Baju Robek

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 17:45 WIB
Claudio Martinez. Foto diberikan istri Claudio Martinez
Claudio Martinez (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Eks pesepakbola asal Chile, Claudio Martinez, menjadi korban pengeroyokan sejumlah pelayan bar di Kuningan, Jakarta Selatan. Keluarga korban meminta aparat kepolisian mengusut kasus itu hingga tuntas.

Istri korban, Musriana atau Ana, mengatakan sejumlah bukti pengeroyokan yang dilakukan pelaku telah dikantongi pihaknya. Ana pun meminta polisi segera mengamankan rekaman CCTV di lokasi.

"Tolong rekaman CCTV lift, lobi, dan jalan raya Mega Kuningan depan Noble House bisa diambil oleh pihak berwajib agar bisa melihat tindakan anarkis mereka. Kami bukan maling, kenapa harus dikejar dan diteror seperti itu?" kata Ana saat dihubungi, Senin (4/7/2022).

Peristiwa pengeroyokan kepada Claudio Martinez terjadi pada Sabtu (2/6) dini hari. Ana memperkirakan lebih dari lima pelaku terlibat dalam pengeroyokan kepada suaminya.

Menurut Ana, suaminya pun sempat tidak sadarkan diri usai dikeroyok oleh sejumlah pelaku.

"Suami saya sempat pingsan, baju semua robek," katanya.

Ana mengatakan pengeroyokan yang dialami oleh Claudio Martinez bukan hanya terjadi di dalam bar. Pelaku bahkan sempat mengejar korban ketika mencoba melarikan diri.

Dia pun memastikan para pelaku pengeroyokan Claudio Martinez merupakan karyawan dari bar tersebut.

"Yang pasti (pelaku) lebih dari lima orang. Termasuk ada wanita yang mengejar, caci maki, bahkan mendorong kami di lift," katanya.

Tolak Ajakan Mediasi Manajemen Bar

Ana pun mengaku pihak manajemen bar tempat pelaku bekerja sempat menawarinya untuk mediasi. Namun, tawaran mediasi itu telah ditolak.

Dia mengaku ingin menyelesaikan kasus tersebut melalui mekanisme hukum. Ana pun telah melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya.

"Kami tidak ada masalah sama (menyebut nama bar, red). Saya hanya menuntut keadilan buat stafnya yang sudah melakukan pengeroyokan dan tindakan anarkis," jelas Ana.

"Kami bukan binatang, kami sudah teriak minta maaf tapi pemukulan tetap bertubi-tubi. Di mana hati nurani mereka melihat wanita penuh darah melindungi suaminya tapi tetap aksi mereka dilakukan," tambah Ana.

Lihat juga video 'Heboh Remaja Dikeroyok di Probolinggo, Polisi Turun Tangan':

[Gambas:Video 20detik]



Polisi turun tangan menyelidiki pengeroyokan yang menimpa Claudio Martinez. Simak di halaman berikutnya:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT