ADVERTISEMENT

Pilpres 2024 Berpotensi Munculkan 4 Poros Koalisi, Inikah Capresnya?

Gibran Maulana - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 12:03 WIB
Tokoh-tokoh yang sering berseliweran masuk bursa capres potensial 2024. (Ilustrasi: Fuad Hasim/detikcom)
Tokoh-tokoh yang sering berseliweran masuk bursa capres potensial 2024. (Fuad Hasim/detikcom)

Empat poros koalisi, berdasarkan peta politik terbaru, ini punya bakal calon presiden yang bisa dimajukan di Pilpres 2024. Mereka muncul di lembaga survei ataupun berdasarkan diskusi internal partai.

KIB

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengatakan KIB tak ingin terburu-buru menentukan calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2024. Dia membuka peluang terhadap seluruh tokoh yang masuk bursa capres 2024.

Arsul mengatakan tidak tertutup kemungkinan KIB mengusung tokoh-tokoh yang masuk bursa capres. KIB, katanya, akan memprioritaskan kader internal dari partai masing-masing meski tak harus ketua umum.

Merujuk pernyataan Arsul Sani, tokoh internal KIB yang kerap masuk bursa survei pilpres adalah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Dalam survei LSI Denny JA yang dilakukan pada 24 Mei-7 Juni 2022, Airlangga Hartarto merupakan tokoh KIB yang bersaing di 10 besar kandidat capres. Airlangga menempati posisi keenam dalam survei tersebut dengan elektabilitas 4,5%.

Survei LSI Denny JA menggunakan metodologi multistage random sampling, jumlah responden ada 1.200 responden. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini +- 2,9%,

Gerindra-PKB

Kedua partai ini belum secara pasti menyatakan siapa capres-cawapres yang bakal diusung di Pilpres 2024. Akan tetapi, ketua umum mereka, Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, kerap masuk survei Pilpres 2024 sejumlah lembaga. Terkhusus Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra itu cukup kuat di beberapa lembaga survei.

Berdasarkan survei Litbang Kompas yang digelar pada 26 Mei hingga 4 Juni 2022, elektabilitas Prabowo berada di angka 25,3%. Di peringkat kedua, ada Ganjar Pranowo dengan 22%, sedangkan ketiga Anies Baswedan 12,6%.

Responden dalam survei Litbang Kompas tersebut berjumlah 1.200 orang, yang diambil dengan metode pencuplikan sistematis di tingkat 34 provinsi Indonesia. Tingkat kepercayaan metode ini 95 persen dengan margin of error +-2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.

PDIP

Menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung capres sendiri, PDIP masih belum bersikap. Namun, kedua tokoh mereka, yakni Puan Maharani dan Ganjar Pranowo, digadang-gadang maju Pilpres 2024. PDIP bisa saja memasangkan Puan-Ganjar, tapi mereka memberi sinyal siap bekerja sama dengan partai lain yang artinya skenario duet tersebut kecil kemungkinan terwujud.

"Koalisi kerja sama partai politik akan dilakukan pada suatu momentum yang tepat dan komunikasi politik bagi PDIP terus dijalankan. Kami terus membangun komunikasi dengan para ketua umum partai sehingga kesamaan terhadap platform dan kerja sama dalam rangka pilpres itu ujung-ujungnya pada penetapan calon," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan di Sekolah Kader PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (20/6).

Dalam survei Litbang Kompas, Ganjar Pranowo mendapat elektabilitas 22%, hanya kalah dari Prabowo Subianto. Sedangkan Puan Maharani, dalam survei LSI Denny JA, mendapat 2% suara responden.

NasDem, Demokrat, dan PKS

Jika berkoalisi, ketiga partai ini sudah punya bakal calon presiden yang diusung. Calon potensial tersebut pun kerap muncul di survei.

Partai NasDem yang baru saja menggelar Rakernas telah menetapkan tiga nama sebagai bakal capres. Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Potensi koalisi ini dianalisis Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari. Dia yakin ketiga partai ini bisa membentuk koalisi yang dinamakan Koalisi Gondangdia. Capresnya, kata Qodari, bisa jadi Anies Baswedan.

"Menurut saya, per hari ini memang potensi NasDem-PKS mengusung Anies sangat besar. Pertama, karena di NasDem diusung oleh 32 provinsi, lebih banyak dibandingkan nama yang lain. Kedua, Anies adalah deklarator ormas Nasional Demokrat, cikal bakal Partai NasDem, sehingga ada historical atau kesejarahan," kata Qodari.


(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT