ADVERTISEMENT

Warga Cilegon Sulap Sampah Plastik Jadi BBM

M Iqbal - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 18:25 WIB
Warga Kecamatan Purwakarta, Cilegon mengolah sampah dan mengubahnya menjadi bahan bakar minyak (BBM).
Warga Kecamatan Purwakarta, Cilegon, mengolah sampah dan mengubahnya menjadi bahan bakar minyak. (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Warga di Kelurahan Serdag, Purwakarta, Cilegon, menyulap sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Dalam sepekan, mereka bisa menghasilkan 80 liter BBM.

Sebelum menyulap sampah jadi BBM, warga di Serdag ini terlebih dahulu mengumpulkan sampah plastik ke bank sampah yang dikelola sekelompok warga yang mengatasnamakan Sehati Bersama.

Setelah dikumpulkan, sampah terlebih dahulu ditimbang untuk kemudian dicacah menggunakan mesin pencacah sampah. Hasil cacahan sampah itu dimasukkan ke mesin pirolisis dalam suhu panas.

"Mengubah sampah plastik jadi BBM ini dari tahun 2018 sampai sekarang. Sampah plastik itu kan menjadi suatu masalah lingkungan," kata Ketua Kelompok Sehati Maju Bersama, Murad M Yasin, Jumat (1/7/2022).

Hasilnya, sampah yang diolah melalui mesin pirolisis ini menghasilkan tiga jenis BBM, yakni minyak tanah, solar, dan bensin.

"Seminggu dua kali proses, kurang lebih dari 120 kg (sampah plastik) jadi 80 liter itu," kata dia.

Kelompok masyarakat ini mengawali pengelolaan sampah menjadi bahan bakar sejak 2018. Mereka mendapat dukungan dari salah satu pabrik kimia penghasil plastik PT Chandra Asri Petrochemical.

Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Edi Rivai mengatakan sejauh ini program pengolahan sampah berhasil memberikan dampak positif, antara lain 10 ton sampah daur ulang terkelola, yang mana 3,7 ton di antaranya adalah sampah plastik. Sebanyak 222 keluarga atau 812 orang telah menerima manfaat dari program tersebut.

Warga Kecamatan Purwakarta, Cilegon mengolah sampah dan mengubahnya menjadi bahan bakar minyak (BBM).Warga Kecamatan Purwakarta, Cilegon, mengolah sampah dan mengubahnya menjadi bahan bakar minyak. (M Iqbal/detikcom)

"Program SAGARA, yang juga berarti laut dalam bahasa Sanskerta, adalah sebuah program yang diinisiasi oleh Chandra Asri untuk mengedukasi dan mendorong kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Chandra Asri melibatkan masyarakat serta nelayan di sekitar Pantai Anyer untuk memilah sampah rumah tangga dan juga mengangkut sampah plastik yang mereka temukan saat melaut," kata Edi.

Bersama kelompok masyarakat KSM Sehati Maju Bersama, Chandra Asri mengelola IPST ASARI yang mampu menampung hingga 8.000 kg sampah plastik per bulan dan mengolahnya dalam mesin pirolisis dengan kapasitas 100 kg per batch.

Selain berasal dari program SAGARA, bahan baku sampah plastik yang dipasok ke instalasi pengolahan sampah juga berasal dari sampah rumah tangga warga sekitar dan sampah perkantoran dari site office Chandra Asri. Hingga Mei 2022, fasilitas IPST ASARI telah berhasil mengalihkan 12.816 kg sampah plastik dari TPA dan mengubahnya menjadi 4.936 liter BBM Plas melalui proses pirolisis. Selain itu, 10 lapangan kerja tercipta serta sebanyak 2.898 orang telah menerima manfaat dari keberadaan fasilitas pengolahan sampah ini.

"Berbagai inisiatif keberlanjutan yang dilakukan oleh Chandra Asri ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap Pemerintah yang telah menetapkan target nasional pengurangan sampah sebanyak 30 persen dan penanganan sampah sebanyak 70 persen pada 2025 serta pengurangan 70 persen sampah plastik laut pada 2025," katanya.

Lihat juga video 'Pemkot Solo Sulap Sampah Jadi Pembangkit Tenaga Listrik':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT