ADVERTISEMENT

Cilegon Jadi Kota Percontohan Pengelolaan Sampah Pertama di RI

Atta Kharisma - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 22:09 WIB
Warga yang bermukim di Cilegon, Banten merasakan cuaca pagi hari lebih dingin dari biasanya dalam 2 hari terakhir. Ini penjelasan BMKG. (M Iqbal/detikcom)
Ilustrasi Foto: (M Iqbal/detikcom)
Jakarta -

Cilegon menjadi kota pertama di Indonesia yang berhasil merubah sampah menjadi bahan bakar briket/co firing. Hal ini menjadi keberhasilan bagi Pemerintah Kota Cilegon, karena menjadikan Cilegon sebagai kota percontohan yang bahkan dikunjungi oleh beberapa kota lain hanya untuk belajar pengelolaan sampah.

Upaya yang sejalan dengan komitmen Indonesia dalam rangka transisi energi ini merupakan buah kerja sama antara Pemkot Cilegon dengan PT Indonesia Power sehingga dapat mewujudkan program co firing tersebut. Keberhasilan program ini pula yang membawa Pemkot Cilegon yang dipimpin Helldy Agustian diundang dalam penandatanganan MoU dirangkaikan dengan Seminar Bioenergi dan Cofiring yang diselenggarakan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Stones Hotel Bali, Kamis (30/06).

Dalam kesempatan tersebut, Helldy mengapresiasi kerja sama antara PLN dan Pemkot Cilegon dalam pemanfaatan sampah kota. Menurutnya, proyek pengolahan sampah kota jadi bahan baku co-firing di Cilegon ini merupakan proyek percontohan yang bisa diimplementasikan di wilayah lain.

"Kami saat ini sudah mengembangkan industri BBJP (Bahan Bakar Jumputan Padat), kami sudah mulai uji coba dari April tahun lalu dan Desember kami bisa produksi jumputan padat untuk mengganti kebutuhan batu bara," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/6/2022).

Ia menjelaskan produksi sampah kota Cilegon bisa diolah untuk mensubstitusi 5% kebutuhan batu bara di PLTU Suralaya.

"Kami olah sampah pasar, sampah rumah tangga ini untuk jadi jumputan padat. Ini merupakan langkah strategis untuk sekaligus mengurangi emisi karbon dan mengurangi sampah di kota Cilegon demi kebersihan lingkungan," jelasnya.

Helldy menambahkan Pemkot Cilegon sudah menyiapkan lahan seluas 6.000 meter untuk dijadikan sampling nasional mengenai pengelolaan sampah.

"Mewakili masyarakat Kota Cilegon menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak, dimana Kota Cilegon telah menjadi kota satu satunya yang sudah dilakukan implementasi dan skill up yang juga sudah menyiapkan lahan 6.000 meter untuk bisa menjadi sampling nasional mengenai pengelolaan sampah," ujarnya.

"Cilegon sendiri sudah mendapatkan kunjungan dari 9 Kabupaten/Kota dan sudah ada 3 Kabupaten/Kota yang sudah dijadwalkan kunjungannya ke Kota Cilegon dalam rangka pembelajaran pengelolaan sampah," sambung Helldy.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT