ADVERTISEMENT

Dedi Mulyadi Apresiasi Baleg DPR Sepakati Harmonisasi RUU KSDAHE

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 13:41 WIB
Dedi Mulyadi
Foto: Dedi Mulyadi
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih terhadap Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang telah menyepakati harmonisasi revisi UU No 5 tahun 1990. Adapun UU tersebut berisi tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE) yang diusulkan oleh Komisi IV DPR RI.

"Dari perjalan waktu yang kami lewati banyak catatan penting yang memperkaya khasanah RUU ini sehingga dalam prospek ke depan UU ini bisa mengakomodir seluruh kepentingan," ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Jumat (1/7/2022).

Ada tiga hal yang yang menjadi catatan penting Dedi. Pertama adalah pemberatan hukuman bagi siapa saja melakukan perusakan, perdagangan dan berbagai tindak pidana lain yang mengancam ekosistem dan keseimbangan lingkungan.

Kedua adalah aspek keadilan terutama bagi para kepala daerah agar merasa bangga dan merawat hutan atau kawasan konservasi di daerahnya masing-masing. Sehingga ke depan para kepala daerah tak perlu lagi memikirkan kawasan hutan dimanfaatkan menjadi kawasan tambang atau industri yang dianggap lebih menguntungkan.

"Tetapi dengan pandangan ke depan harus ada insentif yang cukup baik untuk di kawasan maupun luar kawasan yang di dalamnya memberikan kontribusi penting bagi kehidupan masyarakat kita," katanya.

Terakhir Dedi kembali menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang beberapa waktu lalu menyebut Gross Domestic Product (GDP) dari sektor kehutanan yang sangat rendah.

Bagi Dedi jika hutan selalu dipandang dari sektor ekonomi penjualan kayu maka akan sangat rendah. Tetapi di balik itu semua ada multiplier effect economy yang ditimbulkan dari keberadaan hutan seperti air yang mengalir.

"Air yang mengalir melahirkan irigasi, bendungan, energi, persawahan, hortikultura, air bersih PDAM, ditambah lagi keseimbangan lingkungan yang membentuk kesejahteraan manusia itu jauh di atas GDP, bisa berpuluh-puluh kali lipat," tutur Dedi.

Hal tersebut, kata Dedi, merupakan catatan penting bahwa GDP dari hal yang merusak justru sangat kecil dibanding dengan merawat dan melestarikan kawasan hutan.

"Semoga ini menjadi kesadaran kolektif kita," imbuh Dedi.

Simak juga 'Kondisi Terkini Wakil Ketua Banggar DPR yang Ambruk saat Rapat Paripurna':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT