ADVERTISEMENT

Dalih Miris Pengamen Curi HP hingga Bunuh Wanita di Tangsel demi Makan

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 16:15 WIB
Polisi tangkap tersangka pembunuh sadis wanita di Tangsel
Tersangka pembunuh wanita di indekos Serpong, Tangsel. (Yogi Ernes/detikcom)
Tangerang Selatan -

Seorang pengamen, laki-laki berinisial AJL (23), jadi tersangka pembunuhan wanita inisial SL (33) di tempat indekos Serpong, Tangerang Selatan. Tersangka AJL menusuk korban hingga tewas lantaran tepergok saat mencuri ponsel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan awalnya pelaku AJL berniat mencuri handphone korban. Namun upaya pencurian itu diketahui korban.

"Jadi ini kan pasal yang disangkakan ini kan Pasal 338 (tentang pembunuhan) dan 365 KUHP (tentang pencurian dengan kekerasan). Awalnya memang niatnya mencuri. Tapi, kalau korban melawan, dia akan melakukan kekerasan," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Zulpan mengatakan tersangka AJL memang telah membekali diri dengan sebilah pisau ketika melakukan pencurian. Saat korban melakukan perlawanan, pelaku lalu melakukan penusukan kepada korban.

"Tusukan yang dilakukan oleh pelaku yang sudah jadi tersangka ini sembilan kali. Artinya, kenapa bisa sampai sembilan kali, nanti kita lakukan pemeriksaan lebih dalam lagi," katanya.

HP Korban Dijual ke Penadah

Setelah korban terluka bersimbah darah, pelaku AJL kemudian mengambil handphone korban SL. Handphone itu dijual dengan harga Rp 30 ribu kepada pelaku penadah inisial J dan S.

Kepada polisi, pelaku menjual handphone curiannya itu untuk membeli makan sehari-hari.

"Saya juga bertanya-tanya ke Kasat Reskrim, betul nggak dijual Rp 30 ribu, ternyata betul Rp 30 ribu. Untuk makan katanya," terang Zulpan.

"Jadi kita prihatin ya ini memang motifnya ekonomi untuk mengambil handphone, tetapi dengan sampai menghabisi nyawa orang lain. Ini tentunya di luar etika keagamaan dan norma-norma yang ada di negara kita," papar Zulpan lagi.

Pelaku AJL dan dua orang penadah inisial S dan J kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Para pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 365 KUHP tentang perampokan, hingga Pasal 480 KUHP tentang penadahan barang curian.

"Ancaman maksimal 20 tahun penjara," ungkap Zulpan.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.....

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT