ADVERTISEMENT

Saksi Keberatan soal 'Kuntilanak' dari Edy Mulyadi: Buktinya Saya Manusia

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 23 Jun 2022 13:48 WIB
Sidang kasus Edy Mulyadi
Sidang kasus Edy Mulyadi (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Salah satu pelapor Edy Mulyadi di kasus 'tempat jin buang anak', Mei Christhy, mengatakan alasannya melaporkan Edy Mulyadi ke Polda Kalimantan Timur. Mei mengaku keberatan dengan pernyataan Edy yang menyebut lokasi Ibu Kota Negara (IKN) tempat jin buang anak.

Hal itu disampaikan ketika Mei bersaksi di sidang lanjutan terdakwa Edy Mulyadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (23/6/20222), Mei mengklaim dia bersaksi dan melaporkan Edy atas nama Aliansi Perempuan Kalimantan. Mei mengaku keberatan dengan pernyataan Edy dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube Channel Edy Mulyadi berjudul 'Tolak Pemindahan Ibu Kota Negara Proyek Oligarki Merampok Uang Rakyat'.

"Saya keberatan. Kalimantan Timur, tepatnya IKN ada komunitas adat yang turun temurun. Kami bukan genderuwo, kami bukan kuntilanak, kami bukan jin, kami manusia," ujar Mei saat bersaksi.

Hakim ketua lantas bertanya, apakah Mei pernah mendengar peribahasa atau istilah yang menyebut 'tempat jin buang anak'. Mei mengaku dia belum pernah mendengar istilah itu, sehingga dia menilai perkataan Edy itu melukai masyarakat Kalimantan Timur.

"Tidak pernah, (sehingga keberatan) benar Yang Mulia," ucap Mei.

Mei mengaku setelah menonton tayangan video Edy Mulyadi yang berdurasi 23 menit itu, dia memfokuskan pada tiga perkataan Edy, yakni perihal sebutan kuntilanak, genderuwo, dan tempat jin buang anak.

"Saksi menyatakan ada tiga poin yang diberatkan. Apakah saksi bisa menerangkan sebagai perwakilan Aliansi Perempuan dari tiga hal itu apa? Apa yang membekas dari kata-kata (Edy Mulyadi) itu?" tanya jaksa.

Mei mengatakan dia paling fokus pada sebutan kuntilanak. Menurut dia, kuntilanak itu merepresentasikan perempuan di Kalimantan, padahal, kata dia perempuan di Kalimantan itu semuanya manusia.

"Terkait 3 kata-kata itu saya fokus pada sebutan kuntilanak, karena kuntilanak itu merepresentasikan perempuan, nggak ada kuntilanak laki-laki, itu perempuan dan sebutan kuntilanak berarti merepresentasikan perempuan di Kalimantan itu bukan manusia tapi kuntilanak, sedangkan kami manusia. Bapak (jaksa) bisa lihat saya cantik, saya bukan kuntilanak," tegas Mei.

Menurut Mei, perkataan Edy Mulyadi itu menimbulkan reaksi masyarakat di Kalimantan. Dia mengatakan jika dia tidak melaporkan Edy ke polisi maka dikhawatirkan masyarakat Kalimantan main hakim sendiri.

"Ada gerakan setelah video viral di beberapa titik di Kalimantan," ucap Mei.

Simak juga video 'Sidang Kasus "Jin Buang Anak", Saksi Ungkap Alasan Laporkan Edy Mulyadi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT