ADVERTISEMENT

Giliran Ormas-ormas Kini Bereaksi soal Promo Miras Holywings

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 21:43 WIB
GP Ansor DKI Segel 3 Outlet Holywings, Minta Penutupan Permanen
GP Ansor DKI 'Segel' 3 Outlet Holywings, Minta Penutupan Permanen (Foto: Wildan Noviansah /detikcom)
Jakarta -

Percakapan publik terkait promo minuman keras di Holywings bagi warga bernama Muhammad dan Maria belum berhenti. Giliran ormas-ormas yang bereaksi terkait heboh promo miras tersebut.

Reaksi kecaman salah satunya disampaikan oleh Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur). Gus Fahrur menyebut promo miras tersebut melukai perasaan umat Islam.

"Kita sangat menyayangkan promosi minuman alkohol kok memakai nama Muhammad. Itu nama Nabi besar yang sangat di hormati umat Islam se-dunia yang melarang pemeluknya untuk minum miras beralkohol," kata Gus Fahrur kepada wartawan, Sabtu (25/6/2022).

"Satu promosi minuman yang tidak pantas dan melukai perasaan umat Islam," tambahnya.

Dia meminta para pelaku yang terlibat promosi itu diperiksa secara menyeluruh. Menurutnya, dengan kasus seperti yang dilakukan Holywings bisa memicu perpecahan karena telah mengusik masyarakat.

"Di negara hukum kita menghormati penyelesaian melalui jalur hukum agar tidak ada kejadian anarkis. Dan ke depannya tidak (boleh) ada lagi pihak-pihak yang mencoba mengusik ketenangan masyarakat dengan isu sensitif soal agama," ucapnya.

PP Muhammadiyah juga angkat bicara mengenai promo miras di Holywings. Cara promosi Holywings itu dinilai tidak etis dan keterlaluan.

"Itu cara promosi yang tidak etis dan sudah keterlaluan. Pada level tertentu, ada nuansa menyindir kelompok agama," kata Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada wartawan, Sabtu (25/6).

"Cara-cara seperti itu tidak seharusnya dilakukan di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad juga mengecam cara promosi Holywings tersebut. Menurutnya, semestinya Holywings berhati-hati jika ingin mencari popularitas lewat promosi.

"Mestinya Holywings berhati-hati jika ingin mencari popularitas jangan sampai menyinggung isu SARA. Jangan memakai simbol agama dalam menarik perhatian. Kan masih banyak nama lain yang lebih netral untuk dipake, kenapa memakai nama tokoh yang dihormati dan dijadikan simbol agama," tegasnya.

Simak halaman berikutnya pernyataan Wamenag dan Ketua MUI.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT